Sederet Saham Paling Banyak Diborong Asing Sepekan, BBRI Teratas

Sederet Saham Paling Banyak Diborong Asing Sepekan, BBRI Teratas

Ekonomi | idxchannel | Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:10
share

IDXChannel - Investor asing ramai-ramai mengakumulasi sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini.

Saham perbankan menjadi sasaran utama, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin daftar saham dengan net buy asing terbesar.

Berdasarkan data perdagangan hingga Jumat (21/8/2026), net buy asing terbesar tercatat pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencapai Rp745,32 miliar. Saham BBRI juga menguat 3,53 persen dalam sepekan ke level Rp3.230 per unit.

Di posisi berikutnya, investor asing mencatatkan net buy Rp409,05 miliar pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Saham BBCA naik 1,57 persen sepanjang pekan menjadi Rp6.450 per unit.

Selanjutnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat net buy asing sebesar Rp329,15 miliar.

Saham emiten tambang tersebut menguat 4,92 persen dalam sepekan ke Rp4.480 per unit.

Minat asing juga terlihat pada saham PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM), dengan net buy mencapai Rp251,19 miliar.

Saham ANTM naik 3,26 persen sepanjang pekan menjadi Rp3.170 per unit.

Sementara itu, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatat kenaikan harga paling tinggi dalam daftar tersebut. Saham PSAB melonjak 29,03 persen dalam sepekan ke Rp640, dengan net buy asing mencapai Rp133,63 miliar.

Berikutnya, saham PT Timah Tbk (TINS) membukukan net buy asing Rp125,12 miliar. Saham TINS menguat 3,60 persen sepanjang pekan ke Rp4.030 per unit.

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga menjadi incaran investor asing dengan net buy Rp88,59 miliar. Harga saham BRMS melesat 12,10 persen dalam sepekan ke Rp695 per saham.

Kemudian, investor asing membukukan net buy Rp40,10 miliar pada saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Saham BRPT naik 1,07 persen sepanjang pekan menjadi Rp1.890 per unit.

Melengkapi daftar, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat net buy asing Rp38,61 miliar. Saham BBNI menguat 2,75 persen dalam sepekan ke Rp3.730 per unit.

Secara keseluruhan, kinerja saham-saham tersebut terjadi di tengah penguatan pasar saham domestik.

IHSG ditutup menguat 0,37 persen ke level 6.525,69 pada Jumat (21/8/2026). Dalam sepekan, IHSG menguat 1,93 persen.

Penguatan IHSG juga sejalan dengan apresiasi nilai tukar rupiah. Rupiah menguat 0,31 persen ke level Rp17.685 per USD pada Jumat.

Dari sisi transaksi investor, asing membukukan beli bersih Rp992,64 miliar di pasar reguler pada perdagangan Jumat.

Sementara dalam sepekan, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp548,58 miliar.

Dari sisi makroekonomi, jumlah uang beredar luas atau M2 pada Juli 2026 tumbuh 8,3 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp10.371,1 triliun.

Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan 8,7 persen YoY pada Juni 2026, meski pertumbuhan kredit justru menguat menjadi 13,0 persen YoY.

Menurut Phintraco Sekuritas, IHSG saat ini masih bertahan di atas level pivot 6.500 sehingga peluang penguatan lebih lanjut tetap terbuka.

Namun, investor perlu mencermati pergerakan rupiah dan sentimen eksternal, terutama di tengah potensi aktivitas perdagangan yang lebih terbatas pada awal pekan depan, Senin (24/8/2026).

Dengan posisi IHSG yang masih di atas level 6.500 dan asing tetap mencatatkan net buy secara mingguan, saham-saham yang mengalami akumulasi asing tersebut berpotensi menjadi perhatian investor pada perdagangan pekan depan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik