Intip Fasilitas RS Lapangan Ruteng, Tenda Faskes Darurat untuk Korban Gempa NTT
IDXChannel–Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin turun secara langsung ke Ruteng, NTT, yang merupakan salah satu area terdampak gempa sekaligus lokasi Rumah Sakit Lapangan Kementerian Kesehatan dibangun.
Momen tersebut diunggah oleh Budi dalam unggahan bersama di akun instagramnya. Dia menunjukan berbagai detail fasilitas RS Lapangan yang dibangun sebagai fasilitas kesehatan bagi para korban gempa di tengah banyaknya rumah sakit yang rusak.
Budi mengatakan, terdapat lima tenda RS Lapangan yang dibangun di Ruteng. Lima tenda itu terdiri dari satu tenda IGD, satu tenda ruang operasi dan tiga tenda ruang rawat inap.
"Saya di Stadion Goloduka, Kabupaten Ruteng, adalah lokasi tempat dibangunnya rumah sakit lapangan. Kita sudah pasang ada lima tenda, satu untuk IGD, kemudian satu khusus untuk ruang operasi, dan kita untuk pasien,” kata Budi, dikutip Jumat (21/8/2026).
Ia menyebut, tenda-tenda khusus rawat inap Rumah Sakit Lapangan itu masing-masing memiliki kapasitas 20–60 pasien. Saat ini kapasitas tersebut masih terus berupaya dimaksimalkan agar bisa menampung hingga 100 pasien.
OJK Sebut Penempatan SAL Rp381 Triliun Tak Lagi Jadi Polemik di KSSK: Nggak Perlu Diperdebatkan Lagi
“Tiga tenda ini bisa masing-masing 20, ada 60 rawat inap. Kita berencana akan tambah lagi sehingga minimal jadi 100 rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali,” ucap dia.
Budi juga menunjukan suasana bagian dalam ruang rawat inap dengan deretan kasur untuk pasien dns KO disinyalir yang cukup bersih. Dia menegaskan tenda khusus rawat inap ini sudah sesuai dengan standar Kemenkes dengan lantai yang dibuat khusus untuk mempermudah akses distribusi obat maupun makan dengan troli khusus.
Lantai tersebut juga dirancang agar air dari luar tidak merembes ke bagian dalam saat hujan turun dan membasahi tanah.
“Sekarang kita masuk ke ruang rawat inapnya. Nah, standarnya Kemenkes, ruang rawat inap nanti ada lantainya seperti ini. Jadi kalau bawa-bawa dorongan tuh gampang dan juga sekaligus bersih, enggak basah kalau di bawah ada air jadi enggak masuk,” jelas Budi.
Budi juga menekankan bahwa tenda tersebut dibangun sesuai standar UNICEF untuk bencana. “Ini nanti kira-kira bed-nya dipasang seperti ini, bisa 10 × 2 jadi 20. Tendanya ini standarnya UNICEF, dipakai di mana-mana kalau ada bencana,” tambah dia.
Setelah ruang rawat inap, ia juga menunjukkan bagaimana bagian dalam tenda khusus operasi yang disediakan dalam Rumah Sakit Lapangan. Di ruangan tersebut sangat steril dan bisa digunakan untuk isolasi pasien. Bahkan tenda khusus operasi ini pernah juga digunakan dalam bencana di Sumedang dan Aceh.
“Ini adalah ruang operasinya dan ini nanti disterilisasi di sini, nanti jadinya kayak begini di dalamnya. Nanti masih dibersihkan. Nah, ini ruangnya steril, kita bisa isolasi dan pernah dipakai waktu bencana di Sumedang dan juga bencana di Aceh. Itu lampunya, kemudian untuk memasukkan alatnya, ini meja operasinya di sana,” pungkas Budi.
(Nadya Kurnia)










