IHSG Diproyeksi Variatif, Investor Cermati FTSE dan Risalah The Fed

IHSG Diproyeksi Variatif, Investor Cermati FTSE dan Risalah The Fed

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:48
share

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak variatif pada perdagangan Selasa (18/8/2026) dengan rentang 6.350-6.450. 

Analis Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih menilai, pada pekan ini investor akan mencermati hasil rebalancing indeks FTSE yang dijadwalkan dirilis pada 22 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB.

Pergerakan saham-saham yang masuk maupun keluar dari indeks tersebut berpotensi menjadi katalis bagi pasar, terutama karena perubahan konstituen indeks dapat memengaruhi arus dana investor institusi.

"IHSG hari ini diprediksi bervariasi dalam kisaran 6.350-6.450," tulis Ratih dalam risetnya, Selasa (18/8/2026).

Dari pasar global, investor mencermati risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang akan menjadi salah satu acuan dalam membaca arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.

Selain itu, pasar akan menunggu laporan kinerja kuartalan sejumlah peritel besar AS, termasuk Walmart, Target, Home Depot, dan Lowe's.

Kinerja perusahaan-perusahaan tersebut akan menjadi indikator untuk melihat kekuatan daya beli konsumen sekaligus prospek pertumbuhan ekonomi AS.

Di pasar komoditas, harga emas melanjutkan reli selama tiga pekan berturut-turut hingga mencapai USD4.400 per troy ounce pada 17 Agustus 2026.

Kenaikan harga emas turut didukung peningkatan cadangan emas China. Hingga Juli 2026, cadangan emas China mencapai 76,08 juta ons, naik 0,85 persensecara bulanan.

Secara year to date (YTD), cadangan emas China telah bertambah 1,93 juta ons atau 2,60 persen dibandingkan posisi akhir 2025.

Sementara itu, sentimen positif terlihat di pasar saham Asia Pasifik. Pada perdagangan 17 Agustus 2026, indeks KOSPI Korea Selatan menguat 2,43 persen, sedangkan Nikkei 225 Jepang naik 0,74 persen.

Rekomendasi Saham Ajaib Sekuritas:

1. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS)

Rekomendasi: Accum Buy
Harga Penutupan: Rp1.790
Target Harga: Rp1.855
Stop loss: Rp1.760

BRIS sideways di area support. Indikator stochastic crossing di area oversold indikasi rebound jangka pendek. 

2. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)

Rekomendasi: Trading Buy
Harga Penutupan: 620
Target Harga: 650
Stop loss: 600

BRMS berpotensi bullish continuation membentuk inverse head and shoulder. Posisi harga di area resistance tertahan di atas MA 5,20. 

3. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)

Rekomendasi: Trading Buy
Harga Penutupan: Rp234
Target Harga: Rp246
Stop loss: Rp214

INET sideways di resistance dalam fase akumulasi dengan kenaikan volume. Indikator MACD bar histogram melemah terbatas dalam momentum akumulasi.

(DESI ANGRIANI)

Topik Menarik