Rumor Akuisisi Haji Isam, BYAN hingga JARR-TEBE Terbang Lagi
IDXChannel – Rumor pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam yang disebut tengah bersiap mengakuisisi sekitar 62 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kembali mengerek saham-saham yang terafiliasi dengan bisnisnya.
Pada perdagangan Selasa (18/8/2026), saham BYAN melonjak 18,75 persen ke level Rp17.100 per unit pada pukul 09.08 WIB. Nilai transaksi mencapai Rp36,35 miliar, meski antrean bid dan offer relatif tipis.
Kapitalisasi pasar BYAN saat ini mencapai Rp570,83 triliun, terbesar kedua di bawah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencapai Rp785,88 triliun.
Penguatan juga terjadi pada sejumlah saham yang terafiliasi dengan ekosistem bisnis Jhonlin Group.
Saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) melambung 19,90 persen ke Rp2.400 per unit, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) melejit 17,45 persen ke Rp1.610 per unit, sedangkan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) mendaki 15,69 persen ke Rp8.850 per unit.
Pergerakan tersebut melanjutkan respons pasar yang sudah terlihat sejak perdagangan Jumat (14/8/2026), ketika rumor akuisisi BYAN mulai menjadi perhatian investor. Pada hari itu, BYAN langsung ditutup di level auto rejection atas (ARA), sementara saham-saham yang terafiliasi dengan Jhonlin Group turut menguat.
Saham TEBE menjadi salah satu yang paling mencolok dengan kenaikan 25 persen. JARR menguat 6,63 persen, sedangkan PGUN naik 2,68 persen pada Jumat pekan lalu.
Dengan demikian, reli saham-saham tersebut sudah terbentuk sejak rumor mencuat sebelum kembali berlanjut pada perdagangan hari ini.
Sebagai pengingat, pasar keuangan Indonesia libur pada Senin (17/8/2026) dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Rumor Akuisisi BYAN
Rumor tersebut mencuat setelah sebuah media daring melaporkan bahwa Haji Isam bersama pemegang saham pengendali Bayan Resources, Dato’ Low Tuck Kwong, serta pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI) Norman Joesoef terlihat meninjau area operasional tambang BYAN di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (15/8/2026).
Haji Isam dirumorkan tengah bersiap mengambil alih sekitar 62 persen saham perusahaan tambang batu bara tersebut. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai rencana transaksi tersebut.
Saat dikonfirmasi IDXChannel, salah satu pihak di lingkungan Jhonlin Group enggan memberikan tanggapan terkait rumor akuisisi saham BYAN.
Bukan Pemain Baru di Bisnis Tambang
Rumor tersebut menarik perhatian karena Haji Isam bukan pemain baru di sektor pertambangan. Bisnisnya bermula dari Jhonlin Baratama yang bergerak sebagai kontraktor pertambangan batu bara.
Dari bisnis tersebut, Jhonlin Group kemudian berkembang ke berbagai lini, termasuk logistik, pelayaran, perkebunan sawit, biodiesel, hingga sektor mineral.
Dalam beberapa tahun terakhir, ekspansi Haji Isam juga tidak lagi hanya bertumpu pada batu bara.
Pada Mei 2026, misalnya, Haji Isam mengakuisisi sekitar 21,11 persen saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), emiten yang bergerak di sektor nikel. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp936,65 miliar.
Langkah tersebut memperlihatkan semakin luasnya eksposur bisnis Haji Isam di sektor sumber daya alam.
Di bisnis batu bara, Jhonlin Group telah lama memiliki Jhonlin Baratama. Sementara di sektor agribisnis, grup tersebut memiliki bisnis perkebunan sawit dan biodiesel melalui JARR.
Ekosistem pendukung pertambangan juga diperkuat melalui TEBE. Perseroan bergerak di bidang infrastruktur pertambangan, termasuk jalan angkut, stockpile, terminal batu bara, hingga jasa kepelabuhanan.
Jika rumor akuisisi BYAN benar-benar terealisasi, aksi tersebut berpotensi memperbesar pijakan Haji Isam di industri batu bara nasional sekaligus memperkuat keterhubungan antara bisnis tambang dan infrastruktur pendukung yang telah dimiliki Jhonlin Group. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.









