Harga CPO Stabil, Kekhawatiran El Niño Imbangi Kenaikan Stok
IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) bergerak dalam rentang terbatas pada Jumat (14/8/2026), seiring tekanan dari kenaikan persediaan mengimbangi kekhawatiran dampak El Niño terhadap produksi serta kenaikan harga minyak mentah.
Kontrak CPO acuan untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 3 ringgit atau 0,06 persen menjadi 4.727 ringgit per metrik ton hingga jeda perdagangan siang.
Kontrak tersebut telah menguat 1,03 persen sepanjang pekan ini dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan kedua secara berturut-turut.
"Harga CPO tertekan oleh kenaikan stok pada akhir Juli dan pelemahan harga minyak kedelai Chicago. Namun, kekhawatiran terhadap gangguan cuaca akibat El Niño serta kenaikan harga energi membatasi penurunan," kata proprietary trader pada perusahaan perdagangan berbasis di Kuala Lumpur, Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, dikutip Reuters.
Berdasarkan data Malaysian Palm Oil Board (MPOB), stok minyak sawit Malaysia meningkat ke level tertinggi dalam lima bulan pada Juli karena produksi masih berada di atas pertumbuhan permintaan ekspor.
Di bursa Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif naik 0,6 persen, sedangkan kontrak minyak sawit menguat 0,78 persen. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0,09 persen.
Harga CPO turut mengikuti pergerakan minyak nabati pesaingnya karena komoditas tersebut bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.
Harga minyak mentah naik tipis setelah Amerika Serikat (AS) mengancam akan memberlakukan blokade laut terhadap Iran tanpa batas waktu.
Ancaman tersebut kembali memicu kekhawatiran mengenai pasokan minyak mentah setelah harga minyak turun pada sesi sebelumnya akibat prospek permintaan yang lebih lemah dan kenaikan tajam persediaan minyak mentah Amerika Serikat.
Kenaikan harga minyak mentah membuat CPO lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Di sisi lain, ringgit, mata uang yang digunakan dalam perdagangan CPO, menguat 0,12 persen terhadap USD. Kondisi tersebut membuat CPO sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Dari sisi permintaan, impor minyak nabati India meningkat ke level tertinggi dalam 10 bulan pada Juli. Kenaikan tersebut terjadi setelah para penyuling meningkatkan pembelian minyak sawit dan minyak kedelai untuk mengisi kembali persediaan menjelang musim perayaan. (Aldo Fernando)









