Aksi Korporasi RANS Pasca IPO, Gandeng Mayora Group Garap Cipungland dan RANS Carnival
IDXChannel - PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) melakukan aksi korporasinya yang perdana pasca IPO dengan menjalin kemitraan strategis bersama PT Mayora Indah Tbk (MYOR) untuk pengembang Cipungland hingga RANS Carnival.
Direktur Utama RANS Nagita Slavina mengatakan kolaborasi dengan Mayora menjadi bagian dari pengembangan bisnis RANS sekaligus monetesasi di sektor IP untuk meningkatkan akumulasi pendapatan perseroan.
"Mulai dari kita di garasi sampai kita melantai di bursa, Mayora masih percaya dengan perkembangan RANS. Integrasi ini membuktikan bahwa sinergi antara corporate brand dan creator platform mampu menghasilkan dampak komersial sekaligus dampak sosial yang luas bagi masyarakat," kata Nagita, Senin (10/8/2026).
Kolaborasi RANS dan Mayora juga akan dilanjutkan melalui berbagai program di sejumlah wilayah Indonesia. Salah satunya diwujudkan melalui RANS Carnival dan Cipungland di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Nagita mengatakan pengembangan proyek tersebut juga diharapkan memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah. RANS akan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif lokal dalam berbagai kegiatan yang digelar.
"Maka nanti dampaknya pasti akan lebih besar lagi bagi usaha-usaha kecil yang ada di daerah. Mungkin Cipungland dan nanti event-event kita seperti konser-konser yang akan kita lakukan ke depannya, juga akan berdampak di sekitarnya juga," kata Nagita.
Dalam prospektus IPO RANS, pengembangan Cipungland menjadi salah satu pos penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham. RANS mengalokasikan sekitar Rp80 miliar atau 18,64 persen dari total dana IPO untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland.
Sementara itu, RANS menghimpun dana segar sebesar Rp429,25 miliar dari IPO yang digelar pada awal Juli 2026. Perseroan melepas 2,52 miliar saham baru atau sekitar 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp170 per saham.
Selain Cipungland, dana IPO RANS juga dialokasikan untuk sejumlah agenda ekspansi lainnya. Berdasarkan prospektus, sekitar Rp161,5 miliar atau 37,61 persen dana IPO digunakan untuk penyelenggaraan konser.
Kemudian, sekitar Rp85 miliar atau 19,80 persen dialokasikan untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia. RANS juga menyiapkan sekitar Rp35 miliar atau 8,15 persen untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis artificial intelligence (AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi.
Adapun sekitar Rp29,95 miliar atau 6,98 persen dana IPO dialokasikan untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi RANS. Sisanya sekitar Rp37,8 miliar atau 8,82 persen digunakan untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.
Nagita mengungkapkan, dari keseluruhan dana IPO tersebut, realisasi yang telah dilakukan sejauh ini baru berupa pelunasan utang. Sementara penggunaan dana lainnya masih berjalan sesuai dengan rencana yang tercantum dalam prospektus.
"Untuk dana IPO sendiri, sebenarnya yang baru direalisasikan itu adalah pelunasan utang. Ini sekarang semuanya masih on going sesuai dengan prospektus," ujarnya.
Di sisi lain, Global Marketing Director Mayora Group Ricky Afrianto mengatakan kemitraan dengan RANS telah terjalin sejak 2019. Menurutnya, kolaborasi tersebut dibangun atas kesamaan misi untuk selalu dekat dengan keluarga Indonesia.
Ricky menyebut dukungan Mayora terhadap RANS Carnival dan Cipungland sebagai flagship IP RANS tidak hanya ditujukan untuk memperkuat brand equity produk-produk Mayora, tetapi juga mendukung pertumbuhan industri kreatif dan ekonomi lokal.
"Melalui dukungan terhadap RANS Carnival dan Cipungland sebagai flagship IP RANS, kolaborasi ini bukan hanya memperkuat brand equity seluruh produk Mayora, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif serta ekonomi lokal di berbagai daerah Indonesia," ujar Ricky.
RANS Carnival sendiri dikembangkan sebagai program hiburan yang menggabungkan pertunjukan musik, aktivitas komunitas, dan hiburan inklusif. Program tersebut sekaligus menjadi ruang bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif lokal untuk terlibat dalam kegiatan dan memperluas peluang usaha.
Sementara Cipungland dikembangkan sebagai family experience platform yang menghadirkan sarana bermain dan edukasi bagi keluarga. Kehadiran Cipungland di luar Pulau Jawa diharapkan turut membuka ruang bagi talenta kreatif lokal, menciptakan lapangan kerja sementara, serta menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
(Nur Ichsan Yuniarto)










