Jumlah Investor Tembus 30,2 Juta, OJK Ungkap Bursa Masih Punya PR Ini 

Jumlah Investor Tembus 30,2 Juta, OJK Ungkap Bursa Masih Punya PR Ini 

Ekonomi | idxchannel | Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50
share

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor di pasar modal telah menembus 30,27 juta Single Investor Identification (SID). Angka ini setara dengan 158,27 persen atau sudah melampui target.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, jumlah tersebut sebelumnya dipatok untuk Roadmap 2027, namun berhasil tercapai pada tahun ini. 

Hasan menyebut pertumbuhan ini merupakan buah dari transformasi digital dan penguatan literasi. Keberhasilan ini juga diikuti Dana Kelolaan sebesar Rp1.026,05 triliun, atau tumbuh 103 persen dari target. 

"Di pasar modal sendiri, pertumbuhan basis investor tercatat tumbuh secara signifikan. Di mana SID di KSEI sudah tercatat di angka 30,27 juta, atau telah tumbuh sebesar 158,27 persen dari tahun sebelumnya," ujarnya dalam acara puncak peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, di Gedung BEI, Senin (10/8/2026).

Namun, dia mengakui otoritas masih memiliki pekerjaan rumah atau PR yang menantang di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tertekan yang didorong berbagai faktor. 

IHSG mencatatkan koreksi sebesar 25,87 persen secara year-to-date (ytd) ke level 6.409,65 per 7 Agustus 2026. Penurunan ini berdampak langsung pada kapitalisasi pasar yang kini berada di angka Rp11.212 triliun, atau setara 47,07 persen dari PDB 2025.

Meskipun secara nominal angka ini tumbuh dibanding 2021, namun secara pencapaian target roadmap yang sebesar Rp15.000 triliun, posisinya saat ini baru menyentuh 75 persen. Sehingga masih ada gap sebesar Rp3.788 triliun yang harus dikejar dalam waktu hingga 2027. 

Hasan Fawzi mengakui adanya tekanan berat dari sisi eksternal, mulai dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak, inflasi global, hingga tren kenaikan suku bunga yang menekan nilai tukar rupiah. 

"Kita semua menyadari bahwa pasar modal Indonesia di tahun ini menghadapi tekanan yang cukup berat. Ini tercermin dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang year-to-date per 7 Agustus 2026 kemarin terkoreksi sebesar 25,87 persen, dan memang di sisi kapitalisasi pasar saham kita juga turut mengalami penurunan sebesar 29,26 persen," kata Hasan. 

Selain itu, bursa masih memiliki pekerjaan rumah untuk menarik perusahaan-perusahaan berskala besar (giant) untuk melantai. Saat ini, jumlah emiten baru mencapai 962 perusahaan atau 87 persen dari target. Untuk mencapai target 1.100 perusahaan tercatat, bursa membutuhkan tambahan 138 emiten berkualitas tinggi yang mampu menggerakkan kapitalisasi pasar secara signifikan.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik