Wall Street Dibuka Mixed: S&P dan Nasdaq Naik, Dow Jones Turun Tipis

Wall Street Dibuka Mixed: S&P dan Nasdaq Naik, Dow Jones Turun Tipis

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 7 Agustus 2026 - 22:00
share

IDXChannel - Wall Street atau Bursa saham AS dibuka menguat pada hari Jumat (7/8/2026), setelah laporan nonfarm payrolls bulan Juli menunjukkan penurunan lapangan kerja, sehingga mendorong para pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Dilansir laman Investing Jumat (7/8/2026), pada pukul 09.31 waktu setempat (13.31 GMT), indeks acuan S&P 500 naik 0,3 persen menjadi 7.731,39 poin, sementara indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi menguat 0,8 persen ke level 26.557,94 poin. Di sisi lain, indeks blue-chip Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,1 persen menjadi 53.849,26 poin.

Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, jumlah lapangan kerja non-pertanian (nonfarm payrolls) turun sebanyak 23.000 pada bulan Juli, berbeda dengan perkiraan konsensus yang memprediksi kenaikan sebesar 85.000. 

Angka ini menandai penurunan lapangan kerja bulanan pertama sejak bulan Februari. Sementara itu, data ketenagakerjaan untuk bulan Mei dan Juni direvisi turun dengan total gabungan sebesar 103.000. Tingkat pengangguran sedikit menurun menjadi 4,1 persen pada bulan Juli dari 4,2 persen pada bulan Juni.

Penurunan jumlah lapangan kerja tersebut sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya hampir 50.000 pekerjaan di sektor pendidikan pemerintah daerah dalam satu bulan.

"Angka yang meleset pada bulan Juli ini disebabkan oleh penurunan 53.000 lapangan kerja di sektor pemerintah; rincian survei menunjukkan bahwa hal ini berasal dari pekerjaan di sektor pendidikan pemerintah daerah (yaitu tingkat K-12). Ini tampak seperti anomali dalam penyesuaian musiman," ujar Bill Adams, Kepala Ekonom AS di Fifth Third Commercial Bank.

Biro Statistik Tenaga Kerja berupaya menyesuaikan pengukuran lapangan kerja K-12 terhadap fluktuasi besar yang terjadi setiap tahun selama bulan-bulan musim panas, namun hal ini sulit dilakukan dalam praktiknya. Lapangan kerja sektor swasta meningkat 30.000 pada bulan Juli. Angka ini memang lambat, namun bukan merupakan sebuah krisis.

"Dengan memasukkan data ini, pertumbuhan lapangan kerja rata-rata tercatat lambat di angka 20.000 per bulan selama tiga bulan terakhir, dan sedikit lebih baik di angka 61.000 per bulan sejak awal tahun. Meskipun data ini mengecewakan, angka tersebut masih lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan lapangan kerja ekonomi sebesar 10.000 per bulan pada tahun 2025," ujar Adams.

Data ini muncul pada saat situasi yang rumit bagi Federal Reserve. Di satu sisi, terlepas dari laporan negatif tersebut, pasar tenaga kerja secara keseluruhan tetap tangguh.

Di sisi lain, risiko inflasi jauh lebih tinggi di tengah volatilitas harga minyak akibat konflik Timur Tengah, dengan beberapa pembuat kebijakan menunjukkan kecenderungan untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter terakhir The Fed di bulan Juli.

"Biasanya, penurunan jumlah lapangan kerja (payrolls) akan membuat The Fed khawatir mengenai momentum pertumbuhan, namun ketika angka tersebut turun bersamaan dengan penurunan tingkat pengangguran, hal itu lebih mungkin dianggap sebagai fluktuasi sesaat (noise). Tingkat pengangguran telah turun dari 4,5 persen pada musim gugur tahun 2025," ujar Adams.

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik