Emas Kelolaan Ekosistem Bullion Capai 150 Ton, Baru BSI (BRIS) dan Pegadaian Kantongi Izin OJK
IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perkembangan bisnis emas atau usaha bulion (bullion) di Indonesia saat ini tengah berada dalam laju ekspansif dengan tren pertumbuhan yang positif. Hingga saat ini, baru PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) dan PT Pegadaian (Persero) yang menjadi lembaga jasa keuangan resmi pemegang izin operasional untuk menyelenggarakan bisnis tersebut di tanah air.
Pertumbuhan aktivitas keuangan berbasis komoditas emas ini terus didorong oleh kuatnya permintaan pasar domestik terhadap instrumen investasi alternatif yang aman dan likuid.
Meski demikian, otoritas mencatat, pintu masuk bagi pelaku industri baru dalam sektor ini masih sangat selektif demi menjaga stabilitas industri keuangan nasional.
"Selain PT Bank Syariah Indonesia Tbk dan PT Pegadaian (Persero), saat ini belum terdapat lembaga jasa keuangan lain yang memperoleh izin penyelenggaraan kegiatan usaha bulion," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8/2026).
Akumulasi portofolio komoditas berharga tersebut mencakup berbagai instrumen layanan keuangan, mulai dari simpanan emas, penitipan emas, pembiayaan emas, hingga aktivitas perdagangan emas.
Untuk memperkuat fondasi industri ini, OJK bersama kementerian, lembaga terkait, serta pelaku usaha terus mematangkan langkah strategis yang mengacu pada Roadmap Ekosistem dan Kegiatan Usaha Bulion 2026–2031.
Besarnya potensi pasar tecermin dari akumulasi aset emas yang dikelola di bawah ekosistem ini yang telah menembus angka ratusan ton.
Ke depan, regulator berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pasar ini secara terstruktur melalui kolaborasi lintas sektor sembari memperkokoh sistem proteksi nasabah.
"Saat ini total kelolaan ekosistem emas telah mencapai lebih dari 150 ton emas, dan kegiatan usaha bulion diperkirakan akan terus tumbuh positif seiring meningkatnya minat masyarakat dengan tetap mengedepankan manajemen risiko, prinsip kehati-hatian, serta tata kelola yang baik," ujar Agusman.
(Dhera Arizona)










