Mal Pasang Pagar Tinggi, HIPPINDO: Biasa Saja Tapi Isunya Ke mana-mana

Mal Pasang Pagar Tinggi, HIPPINDO: Biasa Saja Tapi Isunya Ke mana-mana

Terkini | idxchannel | Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:54
share

IDXChannel - Pemasangan pagar tinggi di beberapa mal tidak perlu dibesar-besarkan. Kebijakan internal pengelola tersebut  bertujuan untuk mengatur kenyamanan pengunjung serta menjaga stabilitas operasional ritel agar tetap berjalan normal.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah mengatakan,  langkah penataan batas area itu tidak diterapkan secara seragam oleh seluruh pusat perbelanjaan. Menurutnya, hal tersebut merupakan kebutuhan teknis untuk mengoptimalkan alur keluar masuk konsumen di titik-titik tertentu.

"Jadi intinya cuma mungkin dari grup mal tersebut mengatur trafik untuk kenyamanan konsumen. Jadi biar konsumen itu enggak masuk dari mana-mana. Jadi kalau kami melihat ya ini untuk bikin situasi bagus lah," kata Budihardjo saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (6/8/2026).

"Ya namanya ya sebenarnya pagar itu kan, sebenarnya hal yang yang sifatnya untuk internal mereka ya. Bukan karena ada masalah," lanjut dia.  

Dia menepis isu adanya potensi keamanan tak kondusif terkait pemasangan pagar di lingkungan mall. Isu yang menjalar tersebut dinilai berlebihan.

"Artinya pemasangan pagar itu biasa sih. Cuman ini kok isunya ke mana-mana, enggak perlulah seperti itu ya," kata Budihardjo.

Dia juga menekankan soal para pelaku usaha membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah untuk memastikan rantai pasok dan distribusi berjalan lancar. Stabilitas harga serta ketersediaan stok barang di pasaran menjadi prioritas utama demi menjaga kepercayaan publik.

"Kami sih sebagai pengusaha percaya sama pemerintah ya, artinya pengusaha akan membantu pemerintah supaya penyebaran harga, penyebaran barang didistribusi normal, situasi terkendali, stok cukup itu. Saya rasa semua aman ya," tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana meminta pengelola sejumlah pusat perbelanjaan membongkar pagar besi pengaman yang dipasang di area mal. Menurutnya, langkah antisipasi yang didasari kekhawatiran berlebihan tidak baik.

Pramono mengaku telah mengetahui pemasangan pagar besi di sejumlah mal, seperti Kota Kasablanka (Kokas) dan Blok M Plaza. Dia menilai pemasangan pagar tersebut kemungkinan dilakukan sebagai bentuk antisipasi dari pihak pengelola. 

Belakangan, setelah gubernur merespons, pusat perbelanjaan yang dilapisi pagar tinggi sudah tak tampak lagi. 

(Nur Ichsan Yuniarto)

Topik Menarik