Danantara Sebut Pelindo hingga Pegadaian Berpotensi IPO di BEI

Danantara Sebut Pelindo hingga Pegadaian Berpotensi IPO di BEI

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:40
share

IDXChannel - Danantara Indonesia mengungkapkan, banyak BUMN besar yang berpotensi melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Beberapa perusahaan itu di antaranya PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo hingga PT Pegadaian (Persero) yang kini berada di kendali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria menilai, sejumlah BUMN yang berpotensi memiliki nilai kapitalisasi pasar (market caps) besar serta tata kelola yang baik sangat berpotensi untuk menggelar penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di pasar modal.

"Banyak perusahaan-perusahaan kita yang bagus, contohnya ada Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, Angkasa Pura dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kita IPO-kan nanti," kata Dony saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Pada kesempatan itu Dony juga mengatakan pengelolaan BUMN di bawah Danantara difokuskan untuk mencapai target tematik yang berbeda setiap tahunnya. Hal ini tersusun dalam rencana pengembangan BUMN dalam 5 tahun ke depan. 

Dia mencontohkan, misal pada tahun pertama ini pengelolaan BUMN difouskan untuk proses konsolidasi dan restrukturisasi. Target ini akan dicapai melalui penggabungan beberapa perusahan negara, akuisisi antar perusahaan, hingga likuidasi apabila diperlukan. Proses ini ditujukan agar pengelola perusahan negara kedepannya bisa lebih efisien dan berdampak lebih dalam terhadap perekonomian. 

Pada tahun kedua atau setelah proses konsolidasi dan restrukturisasi, Dony mengatakan, tema pengelolaan BUMN diarahkan untuk mengembangkan SDM (people development) dan budaya perusahaan (corporate culture). Proses ini ditujukan untuk meningkat keterampilan atau kinerja karyawan serta membangun budaya perusahaan yang baru pascamerger dilakukan. 

"Jadi setelah mereka konsolidasi tema keduanya nanti adalah berkaitan dengan people development dan corporate culture," katanya.

Memasuki tahun ketiga, Danantara akan mendorong transformasi berbasis inovasi dan teknologi. Menurut Dony, implementasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan digitalisasi akan menjadi salah satu agenda utama untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan-perusahaan BUMN.

Baru pada tahun keempat, Danantara akan mulai berfokus pada penciptaan nilai (value creation). Pada tahap inilah berbagai opsi korporasi, termasuk menjalin kemitraan strategis dengan investor, melepas saham ke publik melalui IPO, maupun mempertahankan status perusahaan tertutup akan dievaluasi. 

"Nah tahun keempatnya baru kita bicara mengenai value creation. Jadi mana yang akan kita strategic partnership, mana yang akan kita IPO, mana (BUMN) kita tetap tertutup. Nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan arahannya tentu sebagai milik negara," kata Dony.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik