Investor Asing Net Buy Saham GOTO Rp13,2 Miliar, Bakal Rilis Laporan Keuangan

Investor Asing Net Buy Saham GOTO Rp13,2 Miliar, Bakal Rilis Laporan Keuangan

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 28 Juli 2026 - 15:12
share

IDXChannel - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mulai kembali menarik perhatian investor asing menjelang rilis laporan keuangan kuartal II dan semester I 2026. Sepanjang pekan lalu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) saham GOTO senilai Rp13,2 miliar.

Aksi akumulasi tersebut terjadi di tengah pergerakan harga saham GOTO yang masih bertahan di level Rp50 per saham. Mengacu data Bursa Efek Indonesia, harga saham GOTO telah berada di kisaran tersebut selama hampir dua bulan sejak pengumuman implementasi kebijakan komisi ojek online (ojol) 8 persen pada 1 Mei 2026.

Meski harga saham belum menunjukkan pergerakan yang signifikan, pelaku pasar menilai minat beli investor asing masih ada. Akumulasi aksi beli investor asing ini juga berlangsung menjelang salah satu agenda penting GOTO pada pekan ini.

GOTO dijadwalkan memaparkan kinerja keuangan kuartal II sekaligus semester I 2026 pada Rabu, 29 Juli 2026. Laporan tersebut akan menjadi perhatian investor untuk melihat keberlanjutan perbaikan kinerja yang telah ditunjukkan perusahaan pada awal tahun.

Pada kuartal I 2026, GoTo berhasil mencatatkan sejarah baru dengan membukukan laba bersih sebesar Rp171 miliar. Capaian tersebut menjadi laba bersih pertama sejak perusahaan berdiri.

Kinerja tersebut sekaligus menandai pembalikan dari rugi bersih Rp367 miliar yang dibukukan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut manajemen GOTO, perbaikan tersebut menunjukkan transformasi operasional yang dijalankan perusahaan mulai membuahkan hasil.

“Ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha,” kata Hans Patuwo, Dirut Goto, dalam siaran pers 28 April lalu.

Dari sisi top-line, GOTO membukukan pendapatan sebesar Rp5,3 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pencapaian laba bersih yang diiringi pertumbuhan pendapatan menjadi salah satu tonggak penting bagi GOTO dalam upaya memperkuat profitabilitas setelah beberapa tahun berfokus pada efisiensi dan optimalisasi bisnis.

Laporan keuangan kuartal II akan menjadi momentum bagi pasar untuk menilai apakah tren perbaikan kinerja masih berlanjut. Investor juga akan mencermati berbagai indikator operasional dan keuangan sebagai gambaran arah bisnis GOTO di sisa tahun ini.

Di tengah harga saham yang masih bergerak terbatas, aksi beli bersih investor asing menjelang rilis laporan keuangan menjadi salah satu sinyal yang menarik perhatian pasar. Fokus investor kini tertuju pada kemampuan GOTO mempertahankan momentum profitabilitas yang telah berhasil dibangun pada awal 2026.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik