Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti: Pasar Jangan Terlalu Panik

Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti: Pasar Jangan Terlalu Panik

Ekonomi | okezone | Selasa, 28 Juli 2026 - 08:09
share

JAKARTA - Pejabat Sementara (Pj) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti meminta pelaku pasar tidak bereaksi berlebihan menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI. Sebab, ia memastikan arah kebijakan moneter Bank Indonesia tetap konsisten dan tidak mengalami perubahan.

Destry menegaskan BI akan tetap berfokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus melanjutkan berbagai kebijakan yang telah diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG).

“Untuk market, tentunya kami berharap tidak perlu panik. Kenapa? Karena kami dari Bank Indonesia tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti yang telah kami lakukan sebelumnya. Jadi, stance kebijakan kami tidak berubah, yakni stabilitas nilai tukar akan tetap menjadi kunci kebijakan kami saat ini,” kata Destry kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, BI akan terus hadir di pasar melalui berbagai instrumen stabilisasi, termasuk intervensi di pasar spot maupun pasar non-deliverable forward (NDF), guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Sehingga kami juga akan terus berada di pasar melalui intervensi di pasar spot, NDF, ataupun domestic non-deliverable forward (DNDF),” ujarnya.

Selain menjaga stabilitas, Destry mengatakan BI juga akan tetap menjalankan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi melalui instrumen makroprudensial.

“Dan juga tentunya, di satu sisi, kebijakan kami yang bersifat pro-growth akan terus kami lanjutkan melalui kebijakan makroprudensial. Dan sekali lagi, tentunya sesuai dengan keputusan RDG bulanan kami pada Juli ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bank Indonesia tetap berupaya menarik aliran modal asing (capital inflow) dengan memberikan insentif berupa penurunan biaya lindung nilai (hedging).

“Kami juga mengharapkan capital inflow akan terus terjadi dengan memberikan insentif kepada dana yang masuk melalui penurunan biaya hedging. Jadi, kebijakan itu masih tetap kami lakukan,” ujarnya.

Destry juga menegaskan kepemimpinan di Bank Indonesia bersifat kolektif kolegial sehingga tidak bergantung pada satu orang. Seluruh anggota Dewan Gubernur tetap berkomitmen menjalankan mandat untuk menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan.

“Di Bank Indonesia ini kepemimpinan dilakukan secara kolektif kolegial. Jadi kami berlima bersama ADG yang lain akan terus berkomitmen dan melanjutkan pelaksanaan tugas sesuai dengan amanah yang telah dimandatkan kepada kami di Bank Indonesia,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Destry berharap kondisi pasar keuangan segera kembali stabil.

“Kita juga tentu berharap stabilitas di pasar keuangan kita bisa pulih dan kembali normal seperti semula,” pungkasnya.

Topik Menarik