FORU Mulai Rights Issue September, Pengendali Siapkan Inbreng Rp20,8 Triliun

FORU Mulai Rights Issue September, Pengendali Siapkan Inbreng Rp20,8 Triliun

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 28 Juli 2026 - 16:52
share

IDXChannel - PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) akan melaksanakan rights issue dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 215.096.316.400 saham baru mulai September 2026.

Setiap pemegang 100 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 18 September 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 46.235 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). 

Dalam prospektus terbaru, Selasa (28/7/2026) setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham.

Melalui aksi korporasi ini, FORU berpotensi menghimpun dana dan hasil penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng) hingga Rp27,10 triliun. Seluruh saham baru yang diterbitkan memiliki hak yang sama dengan saham lama, termasuk hak atas dividen.

HMETD dapat diperdagangkan baik di dalam maupun di luar Bursa Efek Indonesia selama tujuh hari kerja, yakni pada 22 September hingga 1 Oktober 2026. Adapun saham baru hasil pelaksanaan HMETD dijadwalkan mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 23 September 2026.

Pemegang saham pengendali, IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH), yang saat ini menguasai 357,34 juta saham atau setara 76,81 persen saham FORU, menyatakan akan melaksanakan 165.216.755.166 HMETD dari total hak yang dimilikinya sebanyak 165.217.351.110 HMETD.

Pelaksanaan HMETD oleh IMR AH tidak dilakukan dengan setoran tunai, melainkan melalui mekanisme inbreng berupa penyetoran kepemilikan 49 persen saham PT Borneo Prima (BP) atau sebanyak 10.780 saham Seri A milik IMR AH. Nilai penyetoran modal dalam bentuk saham tersebut mencapai Rp20,82 triliun.

Perseroan menyatakan rencana inbreng merupakan bagian dari pelaksanaan rights issue yang telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). 

Melalui transaksi tersebut, FORU akan memperoleh kepemilikan atas 49 persen modal ditempatkan dan disetor PT Borneo Prima sebagai bagian dari restrukturisasi dan penguatan aset perseroan.

(DESI ANGRIANI)

Topik Menarik