Laba IPCC Kontraksi 9,3 Persen hingga Juni 2026, Ini Penyebabnya

Laba IPCC Kontraksi 9,3 Persen hingga Juni 2026, Ini Penyebabnya

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 28 Juli 2026 - 05:14
share

IDXChannel - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) membukukan laba bersih sebesar Rp103,28 miliar pada semester I-2026. Raihan tersebut turun 9,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kontraksi laba tersebut akibat tekanan kondisi geopolitik global dan perlambatan impor kendaraan nasional. Kendati demikian, perseroan mampu mempertahankan margin laba bersih sebesar 24,98 persen berkat efisiensi operasional dan pengelolaan biaya.

Direktur Operasi dan Teknik merangkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, Bagus Dwipoyono, menjelaskan penyesuaian kinerja perseroan dipengaruhi eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok industri otomotif global, meningkatkan biaya logistik internasional, serta diikuti perlambatan impor kendaraan di Indonesia.

Kondisi tersebut berdampak pada kinerja Terminal Internasional IPCC di Jakarta yang menjadi kontributor utama pendapatan perseroan dengan porsi sekitar 87 persen terhadap pendapatan konsolidasian. 

Menurut Bagus, tekanan tersebut bersifat sementara dan masih dapat diantisipasi melalui strategi mitigasi risiko serta peningkatan efisiensi operasional.

"Kami tidak menutup mata bahwa situasi geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah dan pelemahan impor otomotif nasional, turut memberi tekanan pada kinerja Terminal Internasional yang menjadi tulang punggung pendapatan IPCC. Namun kami meyakini ini adalah tantangan jangka pendek yang lumrah dihadapi industri logistik kendaraan global," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).

Bagus menegaskan, perseroan akan terus memperkuat efisiensi operasional, mengoptimalkan kapasitas terminal, serta mengembangkan layanan bernilai tambah melalui strategi Integrated Auto Solutions guna menjaga daya saing bisnis.

Sementara itu, Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, Wing Megantoro menambahkan, kondisi keuangan perseroan tetap sehat dengan status debt free company. Hingga akhir Juni 2026, total aset tercatat stabil sebesar Rp2,04 triliun, sementara aset lancar meningkat 4,01 persen menjadi Rp1,218 triliun dari Rp1,171 triliun pada akhir 2025.

Wing menilai, kondisi tersebut mencerminkan likuiditas yang kuat dan kapasitas perseroan dalam menjaga keberlanjutan operasional sekaligus mendukung pengembangan bisnis ke depan. 

"Dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis, IPCC terus memperkuat disiplin pengelolaan biaya melalui program efisiensi yang terukur dan berkelanjutan, sehingga alokasi anggaran difokuskan pada aktivitas yang memberikan dampak langsung terhadap keberlangsungan operasional, peningkatan pendapatan berbasis inovasi bisnis serta berorientasi pada kepuasan pelanggan," tuturnya.

Saham IPCC ditutup melemah 5,4 persen ke Rp1.140 pada perdagangan Senin (27/7/2026). Pelemahan tersebut merupakan respons terhadap kinerja keuangan terkini anak usaha PT Pelindo Multi Terminal tersebut.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik