Pramono Bentuk Tim Investigasi dan Inventarisasi Awasi Pembangunan Sekolah Rusak

Pramono Bentuk Tim Investigasi dan Inventarisasi Awasi Pembangunan Sekolah Rusak

Terkini | idxchannel | Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:20
share

IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan membentuk tim investigasi dan inventarisasi untuk mengawasi pembangunan sekolah rusak di Ibu Kota. Menurutnya, tim ini tidak hanya berisi anggota dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

"Kemudian saya minta untuk ada tim investigasi yang ada kemarin dan sekaligus tim inventarisasi untuk pembangunan ke depan beberapa gedung yang ada. Karena memang dulu-dulu pembangunan yang seperti ini semuanya di bawah Dinas Pendidikan," kata Pramono di SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).

Dalam tim tersebut, Pramono menyebut akan melibatkan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) dan Dinas Bina Marga. Sebab, kedua dinas tersebut tentunya akan memahami mengenai kondisi kekuatan bangunan.

"Sekarang kita perbantukan untuk menyupervisi karena di Dinas Pendidikan tidak semuanya punya keahlian untuk membangun dan sebagainya. Akan ada pendamping dari Citata dan Bina Marga," kata dia.

Dia menerangkan, tugas tim investigasi dan inventarisasi tidak bertugas untuk mencari penyebab mengapa sekolah rusak, seperti contohnya SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang tidak dilakukan perbaikan hingga viral. Melainkan melakukan pengecekan kualitas dan kesesuaian bahan material yang digunakan dalam proses pembangunan sekolah.

"Tim investigasi dan inventarisasi adalah melihat, seperti saya tadi melihat dengan gampang saja, kan tahu bahwa persoalan yang sebenarnya kerangkanya (SDN Kebayoran Lama Selatan 09) itu itu tidak dipersiapkan secara proper pada waktu itu, di tahun 2011 dulu, dan itulah yang saya minta untuk tidak diulangi kembali," ujar dia.

"Maka dengan demikian harus ada pengawas untuk itu, dan pengawasnya saya minta bukan dari Dinas Pendidikan. Dinas Pendidikan ini kan pemakainya. Pengawasnya tentunya dari dinas yang lain yang terkait," katanya.

Pemprov DKI Jakarta akan melakukan percepatan pembangunan terhadap empat sekolah. SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 akan menyedot biaya sebesar Rp48,1 miliar. Kemudian SMA Negeri 102 Jakarta sebesar Rp67,5 miliar.

Selanjutnya, SDN Cempaka Putih Barat 03 sebesar Rp48,4 miliar, serta SDN Papanggo 01 dan TK Negeri Papanggo 01 dengan anggaran Rp74,1 miliar.

"Sehingga total anggaran adalah kurang lebih Rp249 miliar, di empat ini yang kemudian kita akan memulai pembangunan pada saat ini," ujar Pramono.

Dia menjelaskan, proses pembangunan ini tidak bisa langsung dimulai karena harus dimulai dengan penghapusan gedung yang rusak agar tidak menjadi temuan dalam pemeriksaan. Setelah admistrasi tersebut rampung barulah proses pengerjaan bisa dimulai.

"Paling lama September harus segera dimulai. Jadi Agustus persiapan penghapus bukuan, menunjuk pelaksana kontraktornya, dan bulan September sudah harus mulai dibangun di tempat ini," kata Pramono.

Sejak pembangunan ditargetkan rampung selama 10 bulan, sejak dimulainya proses pengerjaan. Menurutnya, biaya ratusan miliar rupiah untuk pembangunan sekolah ini akan menggunakan anggaran dari APBD perubahan dan dana kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB). 

"Targetnya di tempat ini 10 bulan. Jadi kalau 10 bulan dari September ya tinggal dihitung saja," kata dia.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik