Wall Street Dibuka Semringah Usai Data Inflasi Melandai, Saham Bank Besar Naik

Wall Street Dibuka Semringah Usai Data Inflasi Melandai, Saham Bank Besar Naik

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 14 Juli 2026 - 22:44
share

IDXChannel - Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada Selasa (14/7/2026) setelah data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan memicu harapan Federal Reserve (The Fed) akan mengurangi sikap hawkish terhadap suku bunga. 

Sementara itu, hasil kinerja kuartal II yang positif turut mendorong kenaikan sebagian besar saham bank-bank besar.

Melansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 76,77 poin atau 0,16 persen ke 52.580,94. Indeks S&P 500 bertambah 23,46 poin atau 0,32 persen menjadi 7.539,07, sedangkan Nasdaq Composite naik 155,24 poin atau 0,60 persen ke 26.028,42.

Data menunjukkan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) naik 3,5 persen pada Juni, melandai dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan lebih rendah dari perkiraan ekonom yang disurvei Reuters sebesar 3,8 persen.

Dalam pandangan tertulis untuk sidang pertama dari dua sidang di Kongres pekan ini, Ketua The Fed Kevin Warsh kembali menegaskan bahwa mengembalikan inflasi ke target 2 persen tetap menjadi prioritas utamanya. Sehingga, peluang kenaikan suku bunga dinilai masih tinggi.

“Data inflasi yang lebih lemah kemungkinan membuat The Fed mempertahankan suku bunga saat ini dan mengurangi peluang kenaikan suku bunga. Namun, kami mengingatkan investor bahwa hampir semua pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh sejak menjabat sejauh ini masih bernada hawkish,” kata Chief Investment Officer Regan Capital, Skyler Weinand.

Musim Laporan Keuangan Dimulai

Saham IBM anjlok hampir 24 persen setelah perusahaan perangkat lunak dan konsultasi tersebut memperkirakan pendapatan awal kuartal II berada di bawah ekspektasi pasar. Hal ini menjadi penurunan harian terbesar saham IBM sejak peristiwa “Black Monday” pada 1987.

Penurunan IBM turut menekan saham sejumlah perusahaan perangkat lunak lainnya. Saham Oracle turun 1,7 persen, ServiceNow melemah 5,6 persen, dan Accenture terkoreksi 2,8 persen.

Di sisi lain, laporan keuangan bank-bank besar membuka musim laporan laba kuartal II di Wall Street dengan hasil yang positif.

Saham Goldman Sachs melonjak 6,5 persen setelah membukukan laba kuartal II yang melampaui ekspektasi. Peningkatan aktivitas transaksi (dealmaking) serta volatilitas pasar akibat perang di Timur Tengah mendorong bisnis perdagangan saham perusahaan mencetak rekor.

Sementara itu, saham JPMorgan Chase dan Citigroup masing-masing naik 1,8 persen dan 1,5 persen setelah melaporkan kenaikan laba kuartal II.

Bank of America menguat 1,4 persen setelah laba kuartal II melampaui estimasi analis, sedangkan Wells Fargo turun tipis 0,3 persen.

Sektor keuangan dalam indeks S&P 500 naik 0,3 persen. Sebanyak sembilan dari 11 sektor di S&P 500 diperdagangkan di zona hijau.

Investor mencermati laporan keuangan tersebut untuk mencari sinyal awal mengenai kondisi kesehatan korporasi Amerika Serikat. Musim laporan keuangan menjadi faktor penting yang menentukan kelanjutan reli pasar saham tahun ini, setelah indeks acuan S&P 500 menguat sekitar 10 persen sepanjang tahun berjalan.

Nasdaq berhasil pulih setelah indeks yang didominasi saham teknologi tersebut sempat merosot 1,6 persen pada Senin.

Saham-saham semikonduktor juga mulai stabil setelah mengalami penurunan tajam sehari sebelumnya. Indeks Philadelphia SE Semiconductor (SOX) naik 3,1 persen.

Ketegangan geopolitik tetap menjadi perhatian investor setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan di kawasan Teluk, yang mendorong harga minyak menyentuh level tertinggi dalam empat pekan terakhir.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik