Sukses IPO, JECX Geser Fokus Bangun Klinik Mata JEC BALI di KEK Sanur
IDXChannel - PT Nitrasanata Dharma Tbk yang dikenal memiliki nama komersial JEC Eye Hospitals & Clinics sukses menggelar penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Saham IPO JECX diburu di mana lebih dari 500 ribu investor ikut berpartisipasi selama penawaran umum (offering).
Dalam aksi korporasi ini, perseroan menghimpun dana sebesar Rp609,98 miliar yang terdiri dari Rp406,6 miliar dari penerbitan saham baru perseroan dan Rp203,3 miliar dari penjualan saham divestasi.
Setelah IPO, salah satu fokus utama investasi perseroan adalah membangun JEC BALI Sanur di KEK Sanur, Bali. Di kawasan yang diarahkan menjadi medical tourism itu, perseroan menyiapkan klinik mata berstandar global dengan konsep Blue Hospital untuk menangkap peluang pertumbuhan layanan kesehatan mata yang diharapkan dapat menjaring pasien, baik dalam negeri maupun mancanegara.
Harga Emas dalam Tren Turun, Logam Mulia Antam Diproyeksi Rp2,63 Juta-Rp2,83 Juta per Gram
Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk, Johan A. M. M. Hutauruk mengapresiasi dukungan berbagai pihak atas proses IPO JECX. Melalui IPO, perseroan berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan JEC, dengan mengedepankan semangat melayani.
“Kami bersyukur proses IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk dapat berjalan lancar hingga Perseroan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, para investor, Penjamin Pelaksana Emisi Efek, lembaga dan profesi penunjang pasar modal, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan," kata Johan saat memberikan di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Hingga pukul 10.40 WIB, saham JECX melesat Rp310 atau 24,8 persen ke Rp1.560, menyentuh batas auto rejection atas (ARA) yang dipatok regulator 25 persen. Sepanjang masa penawaran umum, saham JECX memperoleh respons positif dari investor, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap rekam jejak, posisi bisnis, serta prospek pertumbuhan JEC.
Saham JECX mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat (pooling allotment) dengan jumlah pemesan mencapai 555.699 investor. Sementara untuk seluruh penjatahan mencatat oversubscribed 5,61 kali.
Sementara itu, Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, David Agus menyampaikan IPO JECX merupakan salah satu langkah penting bagi pengembangan industri layanan kesehatan di pasar modal Indonesia. Sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek, Trimegah Sekuritas melihat IPO JECX sebagai momentum penting bagi untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
"Dengan rekam jejak JEC sebagai penyedia layanan kesehatan mata yang telah beroperasi selama lebih dari empat dekade, jaringan fasilitas yang terus berkembang, serta strategi ekspansi yang terarah, perseroan memiliki posisi yang baik untuk menangkap peluang pertumbuhan industri layanan kesehatan mata di Indonesia," ujar David.
Ke depan, perseroan akan terus memperkuat strategi pertumbuhan berbasis continuum of care, melalui pengembangan layanan primer, sekunder, hingga tersier. Strategi tersebut mencakup perluasan jangkauan layanan, pengembangan layanan subspesialistik, pemanfaatan teknologi medis terkini, serta transformasi digital yang terintegrasi untuk meningkatkan pengalaman pasien dan efektivitas layanan.
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, perseroan juga terus memperhatikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, standar mutu layanan, keselamatan pasien, serta pengembangan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan.
Perseroan telah memperoleh sertifikasi ISO 27001:2022 sebagai bagian dari pengelolaan keamanan informasi, termasuk data pasien dan data operasional, serta tengah menjalani proses untuk memperoleh sertifikasi Joint Commission International (JCI) Enterprise, setelah sebelumnya salah satu rumah sakit milik perseroan yaitu RS Mata JEC Kedoya telah memperoleh akreditasi JCI tersebut pada 2014.
PT Nitrasanata Dharma Tbk berawal dari Klinik Mata Jakarta pada 1984 dan kemudian berkembang menjadi Jakarta Eye Center pada tahun 1993. Perseroan kini hadir dengan identitas JEC Eye Hospitals & Clinics sebagai representasi transformasi yang telah berkembang menjadi jaringan layanan kesehatan mata terintegrasi dengan jangkauan nasional melalui 5 rumah sakit spesialis mata dan 11 klinik utama yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Jadetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi.
Sebagai penyedia layanan kesehatan mata dengan rekam jejak selama lebih dari 40 tahun, perseroan menawarkan layanan komprehensif yang mencakup antara lain layanan kornea, lensa dan bedah refraktif, vitreoretina, glaukoma, layanan mata anak dan mata juling, myopia control, okuloplasti dan rekonstruksi, neuro-oftalmologi, infeksi dan imunologi mata, dry eye, trauma okuli, low vision, laboratorium, optik, serta layanan rawat inap pada fasilitas tertentu.
(Rahmat Fiansyah)










