Bidik Pasar Ritel dan e-Commerce di Halte BRT, BAIK Gandeng Atta-Aurel dan Dewa Selling
IDXChannel - PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) terus berupaya memaksimalkan ekspansi bisnisnya ke segmen dan ceruk baru yang dinilai cukup menjanjikan.
Terbaru, ceruk yang dibidik tersebut yaitu pasar makanan dan minuman (mamin) di segmen ritel dan platform e-commerce, melalui produk camilan siap makan (ready to eat/RTE).
Guna keperluan ekspansi tersebut, emiten dengan bisnis utama di bidang rantai pasok hotel, restoran dan cafe (HORECA) itu resmi bekerja sama dengan pasangan public figure Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, serta pakar pemasaran Dewa Eka Prayoga (Dewa Selling).
"Bagi kami, project ini merupakan mega-kolaborasi yang merupakan langkah strategis Perseroan, yang sengaja didesain khusus untuk penguatan produk secara langsung ke pasar ritel modern dan platform e-commerce besar secara massif," ujar Direktur Utama BAIK, Nanang Suherman, dalam keterangan resminya, Minggu (5/7/2026).
Output dari project mega-kolaborasi tersebut, menurut Nanang, yaitu inovasi camilan Nusantara berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, rasa otentik, namun tetap mengusung prinsip kesehatan, dengan sama sekali tanpa menggunakan bahan pengawet kimia.
Lini produk camilan ritel dan e-commerce yang baru diluncurkan tersebut diproduksi dengan mengandalkan dukungan hulu, berupa pabrik sterilisasi makanan berteknologi tinggi (high-tech food sterilization), dengan kualitas berstandar internasional.
Dengan karakteristik produk yang praktis dan siap makan, produk tersebut diyakini bakal sangat cocok untuk menyasar tren konsumsi Gen Z dan Milenial yang kini sangat meminati produk clean label (tanpa pengawet).
Langkah ekspansi ke sektor ritel dan e-commerce ini, dikatakan Nanang, berjalan beriringan dengan penjajakan strategis yang juga tengah dilakukan Perseroan di sektor fasilitas publik, di mana sebelumnya manajemen BAIK telah membuka diskusi awal bersama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) terkait optimalisasi ruang komersial di halte bus.
"Melalui rencana pembangunan jaringan stand, booth, hingga coffee tenant, kami membidik potensi pasar komuter yang sangat masif di 252 hingga 269 Halte Bus Rapid Yransit (BRT) TransJakarta, yang melayani 1,4 juta hingga 1,6 juta penumpang per hari," ujar Nanang.
Tak hanya itu, rencana penetrasi bisnis ke jaringan ritel komersial juga dirasa semakin menjanjikan seiring dengan lonjakan tren konsumsi kopi nasional, di mana Indonesia saat ini tercatat menjadi negara dengan jumlah kedai kopi terbanyak di dunia yang mencapai 461.991 gerai, dengan sekitar 40 persen masyarakat terbiasa meminum minimal dua gelas kopi per hari.
Seluruh ekspansi ke sektor hilir ini diharapkan dapat berjalan efisien berkat dukungan kuat dari ekosistem mandiri Perseroan di sektor hulu, yang saat ini menopang operasional 90 hingga lebih dari 120 outlet di bawah bendera brand-brand utama, seperti Ayam Goreng Nelongso, Mami Nungky, Warung Taburai, dan Lamak Rasa, serta juga jaringan kuat yang membawahi lebih dari 100 unit UMKM mitra binaan.
Massifnya upaya akselerasi bisnis di berbagai lini baru ini, Nanang menjelaskan, berjalan paralel dengan visi jangka panjang Perseroan, yang juga bertekad untuk dapat merangsek masuk ke persaingan pasar global.
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
"Saat ini Perseroan berada dalam fase pertumbuhan yang sangat dinamis untuk memperkuat struktur pendapatan. Kami akan terus membuka diri terhadap peluang kemitraan strategis lainnya dan akan terus memberikan update resmi kepada publik jika ada perkembangan material lebih lanjut," ujar Nanang.
(taufan sukma)







