Vietnam dan Filipina Naik Kelas Jadi Negara Berpendapatan Menengah ke Atas, Bagaimana Indonesia?
IDXChannel - Vietnam dan Filipina resmi naik kelas jadi negara berpendapatan menengah atas. Keduanya dinilai berhasil melakukan ekspansi ekonomi yang sangat pesat. Kenaikan status ini ditetapkan Bank Dunia.
Bank Dunia menjelaskan Vietnam sudah masuk dalam kategori negara berpenghasilan menengah ke bawah sejak tahun 2009, sedangkan Filipina telah berada di kategori tersebut sejak akhir tahun 1980-an.
Selain Vietnam dan Filipina, negara-negara lain yang menjadi pendapatan menengah ke atas adalah Yordania, Mikronesia, dan Sri Lanka.
"Model pertumbuhan berbasis ekspor Vietnam dan ekspansi berbasis luas Filipina yang mencerminkan peningkatan di semua industri utama, bukan hanya peningkatan di satu sektor, tetapi pergeseran ekonomi secara keseluruhan," kata Bank Dunia dilansir dari The Straits Times, Sabtu (4/76/2026),
"Kenaikkan status ini tentu berpotensi meningkatkan kepercayaan investor pada kedua negara tersebut," lanjutnya.
Klik di Sini! Link Live Streaming Timnas Indonesia U-19 vs Timor Leste U-19 di Piala AFF U-19 2026
Pendapatan nasional bruto per kapita kedua negara mencapai USD4.970 atau Rp89,28 juta dan USD4.850 atau Rp87,12 juta pada 2025. Angka ini telah melebihi ambang batas yang ditetapkan Bank Dunia untuk kategori berpendapatan menengah atas yakni USD4.636 atau Rp82,28 juta.
Dengan kenaikan Vietnam dan Filipina, saat ini terdapat lima negara ASEAN yang memiliki pendapatan menengah atas ke atas bersama Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Vietnam bahkan disebut sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia dan menargetkan pertumbuhan tahunan dua digit pada 2026 yang sebagian didorong oleh serangkaian reformasi yang ramah bisnis dan dorongan investasi infrastruktur besar-besaran.
Namun, Filipina diperkirakan menghadapi jalan yang lebih sulit di masa depan. Negara ini memangkas target pertumbuhan ekonominya dari 2026 hingga 2030 karena ketegangan di Timur Tengah dan fenomena cuaca El Nino yang intens.
Sebagai negara dengan status berpenghasilan menengah ke atas, pemerintah Vietnam dan Filipina akan mendapat akses keuangan yang lebih terbatas dari pendanaan pembangunan.
Filipina misalnya yang selama ini mendapatkan pinjaman dengan suku bunga di bawah pasar untuk membantu membiayai infrastruktur, pemulihan bencana, dan program-program sosial.
"Intinya, semakin tinggi peringkat Anda dalam klasifikasi tersebut, semakin mandiri Anda dan mampu memenuhi kebutuhan serta sumber daya Anda sendiri sebagai sebuah negara, termasuk dari segi fiskal," kata Kepala Ekonom Union Bank of the Philippines Ruben Carlo Asuncion.
(Nur Ichsan Yuniarto)









