Purbaya Jamin Defisit APBN dan Utang Negara Tetap Aman, Ini Faktor Pendukungnya

Purbaya Jamin Defisit APBN dan Utang Negara Tetap Aman, Ini Faktor Pendukungnya

Terkini | idxchannel | Jum'at, 3 Juli 2026 - 08:54
share

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fundamental perekonomian Indonesia saat ini masih berada dalam posisi yang kokoh dan jauh dari ancaman krisis.

Menurut Purbaya, pemerintah berkomitmen penuh untuk terus menjaga stabilitas domestik melalui pengelolaan instrumen fiskal yang penuh kehati-hatian (prudent), memacu pertumbuhan, serta menaikkan efektivitas berbagai program prioritas nasional.

"Perekonomian kita terus bergerak membaik. Memang masih ada tantangan, namun Indonesia tidak sedang menuju krisis. Fundamental ekonomi kita tetap kuat dan akan terus diperbaiki," ujar Purbaya dalam sebuah podcast, dikutip Jumat (3/7/2026).

Purbaya memaparkan, pertumbuhan ekonomi makro merupakan cerminan dari akumulasi geliat aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput.

Atas dasar itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus mengeluarkan bauran kebijakan yang mampu menyuntik stimulus pada sektor riil. Tujuannya agar dampak positifnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pemerintah juga memastikan laju inflasi tetap berada di koridor yang aman. Dinamika pelemahan nilai tukar rupiah dinilai lebih dipicu oleh faktor sentimen pasar global, bukan karena adanya pergeseran negatif pada fundamental ekonomi domestik.

Untuk memitigasi risiko tersebut, kata Purbaya, koordinasi ketat di dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diintensifkan.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menjamin postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam kondisi yang sangat sehat.

Batas defisit APBN berhasil dijaga ketat agar tidak melewati ambang batas psikologis maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Di sisi lain, rapor rasio utang pemerintah diklaim masih jauh lebih aman jika dibandingkan dengan kondisi negara-negara lain.

"Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen. Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih berada dalam kategori yang prudent," kata dia.

Menyinggung pelaksanaan berbagai program strategis baru, semisal Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga optimalisasi Koperasi Desa Merah Putih, Purbaya menyatakan proses evaluasi berkala terus digulirkan demi mendongkrak efisiensi dan ketepatan sasaran di lapangan.

Pemerintah secara terbuka mengakui adanya tantangan di fase awal penyerapan anggaran, sehingga langkah efisiensi dan pengetatan pengawasan internal terus ditempuh agar akuntabilitasnya tetap terjaga.

"Pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ada. Yang terpenting adalah setiap kelemahan segera diperbaiki dan pengawasannya diperkuat," ujarnya.

Purbaya menambahkan, dalam setiap meja perundingan kabinet, Kemenkeu selalu menyodorkan analisis risiko fiskal serta proyeksi dampak anggaran secara komprehensif sebagai bahan pertimbangan bagi Presiden sebelum mengetok palu keputusan.

Pada sektor internal, Purbaya memastikan roda reformasi birokrasi di lingkungan Kemenkeu akan terus dipacu, khususnya dalam hal pemberantasan praktik penyelewengan di Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Tindakan tegas tanpa kompromi akan langsung dijatuhkan kepada aparatur negara yang terbukti melanggar hukum. Langkah pembenahan menyeluruh ini dieksekusi melalui rotasi pegawai secara berkala hingga penindakan hukum secara transparan.

"Penyelewengan pasti ada risikonya di setiap organisasi. Yang terpenting adalah mengendaliannya, menindak pelakunya, dan terus memperbaiki sistem agar semakin bersih," ujar Purbaya.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik