Merdeka (MDKA) Tetapkan Dividen, Pertama Kali sejak IPO pada 2025

Merdeka (MDKA) Tetapkan Dividen, Pertama Kali sejak IPO pada 2025

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 24 Juni 2026 - 14:24
share

IDXChannel - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memutuskan untuk membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham. Langkah ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan sejak perseroan IPO pada 2015.

Merdeka menetapkan dividen sebesar Rp300 miliar. Dengan jumlah saham yang tercatat 24,47 miliar saham dikurangi saham treasuri, nominal dividen per saham diperkirakan Rp12,28 per saham.

Pembagian dividen tersebut juga dilakukan saat perusahaan merugi. Pada 2025, Merdeka mencatat rugi bersih sebesar USD62,0 juta atau setara Rp1 triliun, membengkak dibandingkan 2024 yang rugi USD55,7 juta.

Perseroan akan memanfaatkan sebagian saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya. Kebijakan ini juga mencerminkan keyakinan perseroan terhadap prospek bisnis yang terus membaik, sekaligus tetap menjaga stabilitas keuangan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro mengatakan, meskipun 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan, MDKA memasuki tahun 2026 dengan fondasi yang lebih kuat. Dia melihat peningkatan kinerja operasional, disiplin biaya yang lebih baik, serta kemajuan penting di berbagai platform pertumbuhan utama perseroan. 

"Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan keyakinan kami terhadap prospek perseroan dan komitmen kami untuk memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).

Merdeka mencatat awal 2026 yang solid, didukung oleh penguatan kinerja operasional pada bisnis emas dan nikel. Perseroan mencatatkan tonggak penting di Tambang Emas Pani melalui anak usahanya, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dengan penuangan emas perdana pada Februari 2026 dan penjualan emas perdana pada Maret 2026. 

EMAS mencatat produksi 1.818 ounces emas dan penjualan pertama sebanyak 516 ounces pada kuartal pertama 2026, sebagai langkah awal menuju target produksi 2026 sebesar 100.000 hingga 115.000 ounces.

Di sektor nikel, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat pertumbuhan produksi bijih yang kuat di tambang nikel Konawe, dengan produksi saprolit naik 72 persen secara tahunan dan produksi limonit meningkat 195 persen secara tahunan pada kuartal I-2026.

Fasilitas HPAL SLNC mencapai progres konstruksi 95 persen, sementara pabrik AIM mencatat output commissioning asam sulfat sebesar 120.911 ton pada kuartal tersebut.

Kinerja biaya juga membaik pada awal tahun. Cash cost Tambang Emas Tujuh Bukit turun 64 persen secara kuartalan menjadi USD685 per ounce, sementara margin meningkat 130 persen secara kuartalan menjadi USD4.156 per ounce, didukung oleh harga emas yang kuat. Pada sektor nikel, margin NPI naik 76 persen secara kuartalan menjadi USD3.982 per ton, mencerminkan dampak dari efisiensi operasional dan inisiatif optimalisasi biaya.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik