Wärtsilä Siap Hadirkan Pasokan Listrik Berbahan Baku 100 Persen Hidrogen

Wärtsilä Siap Hadirkan Pasokan Listrik Berbahan Baku 100 Persen Hidrogen

Terkini | idxchannel | Senin, 22 Juni 2026 - 19:54
share

IDXChannel - Perusahaan teknologi global yang berbasis di Finlandia, Wärtsilä Group, mengumumkan capaian inovasi terbarunya, dengan memulai validasi mesin hidrogen 100 persen, yang diklaim sebagai mesin hidrogen berskala besar pertama di dunia.

Proses validasi tersebut dilakukan melalui rangkaian uji coba yang dilakukan di Laboratorium Bermeo, Spanyol, milik Wärtsilä, dengan target utama menghasilkan pasokan yang mendukung jaringan listrik nasional Spanyol.

"Uji coba ini menandai langkah maju yang besar dalam membuktikan bahwa teknologi mesin dapat beroperasi dengan bahan bakar berkelanjutan 100 persen, seperti hidrogen, sebagai tindak lanjut atas peluncuran sebelumnya, yang telah dilakukan oleh Wärtsilä," ujar Direktur Strategi Teknologi & Dekarbonisasi Wärtsilä, Rasmus Teir, dalam keterangan resminya, Senin (22/6/2026).

Menurut Teir, mesin pembangkit listrik berskala besar pertama di dunia ini telah disiapkan untuk sepenuhnya menggunakan 100 persen bahan bakar hidrogen, sebagai upaya membuka peluang yang lebih maju dalam sistem energi terbarukan sepenuhnya.

Dengan pembangkitan energi terbarukan global yang diperkirakan akan tumbuh hampir 4.600 GW pada 2030, Teir menyebut pentingnya teknologi fleksibel yang mampu menyeimbangkan jaringan listrik selama periode rendahnya output angin dan matahari.

"Hidrogen hijau tidak menghasilkan emisi karbon, sehingga memungkinkan beroperasinya pembangkitan listrik bersih, sekaligus mendukung dekarbonisasi jaringan listrik yang didominasi energi terbarukan," ujar Teir.

Tak hanya ramah lingkungan, keberadaan mesin hidrogen ini disebut Teir dapat menyimpan kelebihan listrik terbarukan dan menyediakan daya yang andal ketika pembangkitan angin atau surya menurun, termasuk membantu dalam menstabilkan sistem dan meningkatkan keandalan energi.

Mesin Wärtsilä 31H2, bagian dari platform Wärtsilä 31, salah satu mesin 4-tak multi-bahan bakar paling efisien di dunia, menunjukkan bahwa hidrogen dapat bergerak melampaui teori menjadi infrastruktur energi dunia nyata.

"Mesin Wärtsilä 31H2 ini merupakan mesin hidrogen murni terbesar di dunia, dengan kinerja yang saat ini sedang diverifikasi di Bermeo," ujar Teir.

Seiring dinamika yang terjadi di banyak negara, yang dengan cepat meningkatkan skala energi angin dan surya, maka salah satu tantangan terbesar yang dihadapi transisi energi adalah bagaimana mempertahankan pasokan listrik yang andal secara berkelanjutan selama periode rendahnya pembangkitan energi terbarukan atau lonjakan permintaan.

Saat ini, mesin hidrogen Wärtsilä 31H2 telah beroperasi dengan 100 persen hidrogen, dan memasok daya ke jaringan listrik nasional Spanyol.

Hal ini disebut Teir menunjukkan bahwa mesin hidrogen skala besar dapat menyediakan daya berkelanjutan yang fleksibel dan dapat dijadwalkan untuk mendukung sistem energi terbarukan di masa depan.

"Kami telah membuktikan bahwa teknologi ini siap. Sekarang, kami harus fokus pada penciptaan lingkungan yang tepat untuk meningkatkan skalanya, didukung oleh regulasi yang tegas, kejelasan investasi, dan infrastruktur yang diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan energi terbarukan dan bahan bakar berkelanjutan seperti hidrogen," ujar Teir.

Pembangkit listrik berbasis Wärtsilä 31 dirancang untuk mendukung industri yang tumbuh pesat dan berintensitas energi tinggi, termasuk pusat data, fasilitas manufaktur, dan industri, dengan pembangkitan listrik yang fleksibel dan berkelanjutan, serta lingkungan off-grid.

Spanyol, sebagai salah satu pelopor dalam adopsi energi terbarukan, menyediakan lokasi yang ideal untuk uji coba berkat upayanya mengurangi paparan terhadap volatilitas bahan bakar fosil, menjadikannya tempat uji yang kuat untuk mendemonstrasikan potensi masa depan teknologi hidrogen.

Di Indonesia sendiri, Wärtsilä juga telah menunjukkan komitmen dalam mengembangkan hidrogen dalam kondisi jaringan listrik nyata, di mana pada November 2025 lalu, Wärtsilä dan PLN Indonesia Power berhasil melakukan uji campuran hidrogen pada mesin Wärtsilä 50DF di pembangkit Pesanggaran Bali.

Uji coba tersebut berhasil mencapai campuran hidrogen hingga 23 persen pada beban parsial dan menunjukkan efisiensi pembakaran yang lebih baik serta emisi CO2 yang lebih rendah dibandingkan dengan pengoperasian gas alam murni.

"Perkembangan seperti uji coba hidrogen Bermeo dan uji campuran hidrogen Pesanggaran Bali menyoroti sifat teknologi mesin Wärtsilä yang siap menghadapi masa depan dan fleksibel terhadap bahan bakar. Melalui kolaborasi erat dengan pelanggan dan mitra kami di Indonesia, kami secara aktif mengeksplorasi bagaimana kemampuan ini dapat mendukung transisi Indonesia menuju energi bersih," ujar Teir.

(taufan sukma)

Topik Menarik