Antisipasi Peningkatan Mobilitas Libur Sekolah, Jasa Marga Rutinkan Pemeliharaan Jalan Tol
IDXChannel - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengintensifkan pemeliharaan rutin dan preventif pada sejumlah ruas jalan tol. Ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada periode libur sekolah.
"Pemeliharaan infrastruktur jalan tol secara konsisten menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan pengguna jalan," kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan Purwantono, Jumat (19/6/2026),
Dia menambahkan, melalui program preservasi jalan yang terencana dengan baik, pihaknya memastikan kualitas jalan tol tetap prima.
"Sehingga masyarakat bisa bepergian dengan lebih aman dan nyaman, terutama jelang periode libur sekolah mendatang,” katanya.
Rivan melanjutkan, penurunan kondisi jalan dapat dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, seperti tingginya intensitas curah hujan dan beban kendaraan berat over dimension over loading (ODOL).
Live di RCTI Malam Hari! Ini Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Thailand di Piala Asia 2027
Jasa Marga melakukan sejumlah pekerjaan preservasi, mulai dari peningkatan kapasitas gerbang tol, pemasangan median concrete barrier (MCB), renovasi gerbang dan plaza tol, hingga pekerjaan scrapping, filling, and overlay (SFO).
Preservasi juga mencakup penambalan dan perawatan permukaan jalan tol untuk menjaga kualitas layanan di ruas-ruas yang dikelola Jasa Marga Group.
Perseroan menargetkan setiap potensi kerusakan jalan ditangani maksimal dua hari sejak teridentifikasi, dengan dukungan kesiapsiagaan petugas operasional selama 24 jam di seluruh ruas tol.
Pada Juni 2026, kegiatan preservasi dilakukan di sejumlah ruas, antara lain Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jakarta-Tangerang, Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, dan Jakarta Outer Ring Road (JORR).
Rivan mengatakan identifikasi kondisi jalan juga didukung teknologi modern melalui kendaraan inspeksi khusus Smart Car Vehicle Hawkeye 2000 yang mampu memindai keretakan lajur secara presisi.
“Akurasi dan kecepatan identifikasi di lapangan juga ditopang oleh implementasi teknologi modern,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)










