Proline (PRDL) Siap IPO, Targetkan Dana Rp62,75 Miliar
IDXChannel - PT Prodia Diagnostic Line Tbk atau Proline siap go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten PRDL. Anak perusahaan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) tersebut menargetkan dana IPO sebanyak-banyaknya Rp62,75 miliar.
Dalam prospektus IPO yang diterbitkan Kamis (18/6/2026), PRDL berencana menerbitkan sekitar 522,9 juta saham atau setara dengan 30 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Sementara harga yang dipatok selama masa penawaran awal (book building) antara Rp100-Rp120 per saham. Dengan begitu, perseroan berpotensi meraih dana antara Rp52,29-Rp62,75 miliar.
Bersamaan dengan IPO tersebut, perseroan juga akan menggelar program Alokasi Saham Pegawai (Employee Stock Allocation atau ESA) dengan jumlah maksimal saham yang diterbitkan maksimal 36,6 juta saham, ekuivalen dengan 7 persen dari jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO dengan harga pelaksanaan sama dengan harga IPO.
PRDL merupakan produsen alat kesehatan In Vitro Diagnostic (IDV) yang berdiri sejak 2010. Di samping memproduksi reagen dan instrumen IVD, perseroan juga menjalankan kegiatan usaha laboroatorium kalibrasi untuk melakukan pengetesan alat ukur secara berkala.
Perseroan memproduksi dan merakit alat kesehatan dengan merek sendiri, merek distributor, dan merek prinsipal yang dikelompokkan dalam empat kategori, yakni Kimia Klinik, Hematologi, Imunologi, dan Biomolekular, serta Instrumen dengan 1.083 SKU aktif.
Dalam aksi korporasi ini, PRDL menunjuk Sucor Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Lead Underwriter). Selain itu, perseroan tetap membuka peluang untuk underwriter lain terlibat dalam aksi korporasi ini.
Sesuai timeline, masa penawaran awal akan berlangsung pada 18-23 Juni 2026. Masa penawaran umum (offering) ditetapkan 1-7 Juli sehingga saham dicatatkan di BEI pada 9 Juli.
(Rahmat Fiansyah)










