BSD City (BSDE) Kembali Tahan Laba, Ekspansi Jadi Agenda Utama
IDXChannel - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) memutuskan kembali menahan laba bersih tahun buku 2025, sehingga tidak ada dividen untuk pemegang saham. Keputusan ini dilandasi oleh rencana perseroan untuk tetap ekspansif di industri properti.
Keputusan untuk menahan laba bersih tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Green Office Park 9, BSD City pada Rabu (17/6/2026). Pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan manajemen.
Direktur BSDE, Hermawan Wijaya mengatakan, perseroan terus memantau berbagai peluang pertumbuhan yang menjanjikan di sektor properti nasional.
"Kami memandang bahwa penguatan struktur permodalan melalui pencatatan sebagian besar laba bersih sebagai laba ditahan merupakan langkah strategis untuk mendukung pengembangan proyek-proyek baru, memperkuat land bank, serta menjaga fleksibilitas keuangan BSDE dalam menangkap peluang usaha yang dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (18/6/2026).
Sepanjang 2025, pengembang kota mandiri BSD City tersebut membukukan pendapatan usaha Rp12,79 triliun dengan laba bersih Rp2,55 triliun. Sementara itu, angka prapenjualan (marketing sales) di periode yang sama mencapai Rp10,04 triliun, tumbuh 3 persen dibandingkan realisasi marketing sales 2024 yang sebesar Rp9,72 triliun.
Dari sisi neraca, aset BSDE tercatat sebesar Rp79,27 triliun, tumbuh 4,27 persen. Ekuitas juga naik 11,3 persen menjadi Rp52,67 triliun dengan posisi kas dan setara kas mencapai Rp10,28 triliun hingga akhir 2025.
Perseroan juga mempertahankan struktur permodalan yang sehat dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas sebesar 8,68 persen. Angka ini memberikan landasan yang kuat bagi BSDE untuk mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Dalam catatan IDX Channel, BSDE terakhir kali membagikan dividen kepada pemegang saham pada 2017. Alhasil, posisi saldo laba terus menumpuk hingga Rp33,6 triliun pada akhir 2025, setara 13 kali dari laba tahunan BSDE.
(Rahmat Fiansyah)









