Pastikan Kinerja Solid di 2026, Begini Strategi Elitery (ELIT)
IDXChannel - PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT), atau Elitery, memastikan fokus strategi Perseroan dalam memperkuat pertumbuhan jangka panjang, di antaranya termasuk reinvestasi laba guna mendukung ekspansi ke kawasan Asia dan Eropa.
Hal tersebut menjadi bentuk penugasan yang dibebankan oleh pemegang saham, lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan, yang yang baru saja digelar, Rabu (17/6/2026).
"Dalam hal ini, Perseroan menegaskan komitmen untuk memperluas jangkauan bisnis di pasar internasional, sekaligus memperkuat daya saing sebagai perusahaan teknologi Indonesia berstandar global," ujar Direktur Utama ELIT, Kresna Adiprawira, dalam Paparan Publik (Public Expose/PE), yang digelar pasca pelaksanaan RUPST Perseroan.
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang tersebut, menurut Kresna, pihaknya telah memperluas kehadiran di Malaysia melalui Elitery Global Technology Sdn. Bhd.
Langkah tersebut menjadi fondasi awal bagi rencana ekspansi yang lebih luas ke berbagai negara di kawasan Asia dan Eropa, seiring meningkatnya kebutuhan layanan cloud, kecerdasan buatan (AI), dan keamanan siber di tingkat global.
Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui reinvestasi laba bersih untuk memperkuat fundamental bisnis dan mendukung strategi pertumbuhan.
Alokasi dana tersebut akan diarahkan pada pengembangan teknologi, ekspansi pasar internasional, serta penguatan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber.
"Selain itu, keputusan untuk tidak membagikan dividen juga kami ambil untuk membangun bantalan likuiditas (cash buffer) di tengah ketidakpastian ekonomi global dan potensi tekanan makroekonomi," ujar Kresna.
Bagi Perseroan, langkah strategis ini sengaja dilakukan dengan tujuan untuk mengamankan keberlangsungan operasional (going concern) dan menjaga fleksibilitas Perseroan di masa depan.
Kresna menjelaskan bahwa optimisme Perseroan di sepanjang 2026 didorong oleh proyeksi peningkatan kebutuhan keamanan informasi global dan potensi ekonomi digital Indonesia yang terus bertumbuh pesat.
4 Fakta Rupiah Anjlok Rp17.600, Purbaya Bandingkan Krisis 1998 hingga Harga BBM Bakal Naik
Dengan berbekal pengalaman menangani sistem mission critical sejak 2011, Elitery fokus pada akselerasi teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui platform seperti Elipedia, Elitementor dan penguatan layanan keamanan siber yang proaktif.
"Inovasi ini didukung oleh status kami sebagai satu-satunya mitra lokal di Indonesia yang memiliki sertifikasi Google Cloud Managed Service Provider (MSP) dan Managed Security Services Provider (MSSP)," ujar Kresna.
Di awal 2026, Perseroan juga meraih AWS Migration Competency Designation yang menegaskan keahlian dalam layanan migrasi dan transformasi cloud. Berbagai pencapaian tersebut semakin memperkuat keunggulan kompetitif Elitery dalam menghadirkan layanan berstandar global.
Inovasi teknologi, terutama di bidang cybersecurity dan AI, serta ekspansi regional merupakan fokus utama yang sengaja dipilih ELIT dalam memaksimalkan kinerja bisnis di masa mendatang.
Dalam hal ini, dikatakan Kresna, pihak berkomitmen untuk terus bertumbuh sebagai perusahaan teknologi asal Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global, khususnya di kawasan Asia dan Eropa.
Sepanjang 2025 lalu, Elitery mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 30,35 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp33,72 miliar.
Pencapaian ini mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga kualitas profitabilitas di tengah optimalisasi pendapatan usaha yang tercatat sebesar Rp462,86 miliar.
Pada periode yang sama, laba kotor Perseroan meningkat 7,69 persen menjadi Rp124,33 miliar. Kinerja tersebut didukung oleh fokus Elitery pada layanan bernilai tambah tinggi, termasuk penguatan solusi cloud, managed services, dan layanan keamanan siber proaktif.
Hal ini tercermin dari peningkatan Gross Profit Margin dari 24,14 persen menjadi 26,86 persen, serta kenaikan EBITDA sebesar 17,49 persen menjadi Rp68,69 miliar.
Dari sisi neraca, fundamental keuangan Perseroan juga menunjukkan penguatan. Aset lancar meningkat menjadi Rp171,58 miliar, sementara posisi kas dan bank menguat menjadi Rp41,74 miliar.
Tingkat kesehatan keuangan Perseroan turut membaik, sebagaimana tercermin dari kenaikan Current Ratio dari 1,35 menjadi 1,24 di 2025, serta penurunan Debt to Equity Ratio (DER) dari 1,08 menjadi 0,88 di 2025.
Penguatan struktur keuangan juga terlihat dari penurunan total liabilitas sebesar 4,52 persen menjadi Rp138,65 miliar, sementara ekuitas Perseroan tumbuh 17,84 persen menjadi Rp158,06 miliar.
IHSG Pekan Ini Diprediksi Tertekan ke 6.538-6.640 Imbas Rebalancing MSCI, Cek Rekomendasi Saham
"Dengan fundamental keuangan yang semakin solid, kami berada pada posisi yang lebih kuat untuk melanjutkan strategi ekspansi, memperkuat inovasi layanan, dan meningkatkan daya saing sebagai perusahaan teknologi Indonesia dengan standar layanan global," ujar Kresna.
(taufan sukma)










