Ada Sentimen ‘Sell Indonesia’, Pemerintah Diminta Segera Pulihkan Kepercayaan Pasar

Ada Sentimen ‘Sell Indonesia’, Pemerintah Diminta Segera Pulihkan Kepercayaan Pasar

Ekonomi | idxchannel | Minggu, 7 Juni 2026 - 17:40
share

IDXChannel - Pasar modal Indonesia tengah dibayangi oleh tekanan jual yang cukup signifikan, di mana investor mulai merespons berbagai dinamika ekonomi dengan sikap hati-hati.

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran mengenai meluasnya sentimen negatif yang dapat memicu pelemahan indeks saham lebih dalam jika tidak segera ditangani.

Menanggapi fenomena tersebut, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menjelaskan bahwa pergerakan di lantai bursa memang sangat bergantung pada persepsi psikologis para investor.

Karakteristik pasar modal yang dinamis membuat arus keluar masuk modal sering kali tidak hanya ditentukan oleh angka-angka teknis semata.

"Karakteristik dari pasar saham itu memang sering kali sentimen, faktor sentimen itu mempengaruhi ya jual beli. Nah, sehingga kalau ada sentimen yang negatif terhadap Indonesia itu sering kali mempengaruhi ya kinerja saham," ujar Faisal kepada IDX Channel, Minggu (7/6/2026).

Lebih lanjut, Faisal menyoroti melemahnya pasar saham domestik belakangan ini merupakan implikasi langsung dari cara pelaku pasar memandang kondisi Indonesia saat ini. Meskipun indikator ekonomi makro mungkin terlihat stabil di atas kertas, perspektif publik terhadap masa depan ekonomi jauh lebih berpengaruh terhadap keputusan investasi.

Oleh karena itu, kebijakan otoritas diharapkan tidak hanya terpaku pada penguatan data fundamental, tetapi juga harus mampu meredam gejolak ekspektasi negatif. Faisal menegaskan bahwa langkah komunikatif dan respons yang konkret dari pembuat kebijakan merupakan kunci utama untuk menenangkan situasi.

"Pemerintah perlu mewaspadai faktor sentimen seperti ini karena bisa jadi kalaupun fundamental bukan menjadi faktor utamanya, tapi sering kali faktor sentimen, perspektif, ya. Nah, ini sehingga artinya apa yang menjadi kekhawatiran pasar harus betul-betul direspon oleh pemerintah secara serius dan dengan langkah yang tepat, ya dan untuk bisa mengembalikan kepercayaan para pelaku usaha," kata dia.

Dengan adanya respons yang serius dan terukur, diharapkan kepercayaan para pelaku usaha serta investor dapat kembali pulih. Langkah ini dipandang mendesak guna menjaga stabilitas pasar keuangan nasional di tengah ketidakpastian global yang masih terus membayangi.

Adapun menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, fundamental ekonomi nasional masih berada dalam kondisi yang baik dengan didukung kondisi fiskal yang kuat. Karena itu, dia meminta pelaku pasar dan investor tidak terbawa sentimen negatif yang berkembang.

Purbaya menilai "Sell Indonesia" yang ramai diperbincangkan lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar dibandingkan kondisi fundamental ekonomi yang sebenarnya. Dia bahkan menyinggung salah satu tulisan yang memunculkan tren tersebut karena dinilai tidak menggambarkan kondisi Indonesia secara utuh.

"Itu salah satu penulis mungkin yang tidak tahu keadaan Indonesia seperti apa. Makanya kemarin saya percepat itu APBN Kita untuk memperlihatkan ke pasar bahwa kondisi fiskal kita baik, ekonominya kita juga cukup kuat, sehingga nanti lama-lama sentimen negatif itu bisa hilang," ujar dia.

(Febrina Ratna Iskana)

Topik Menarik