Bank Sentral Jepang Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga pada Juni 2026
IDXChannel - Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) Kazuo Ueda mengisyaratkan bahwa suku bunga kebijakan dapat dinaikkan bulan ini, meskipun situasi di Timur Tengah masih belum stabil.
Dilansir dari NHK pada Minggu (7/6/2026), kenaikan suku bunga dirasakan perlu untuk mencegah inflasi melebihi target 2 persen.
"Meskipun situasinya masih belum jelas, jika dinilai bahwa risiko kenaikan harga lebih besar daripada risiko penurunan aktivitas ekonomi, maka perlu untuk membahas secara menyeluruh pro dan kontra dari kenaikan suku bunga kebijakan, dari perspektif pencegahan dampak buruk terhadap ekonomi dan pasar keuangan, dan mencapai target stabilitas harga sebesar 2 persen secara berkelanjutan dan stabil," katanya dalam sebuah pidato di Tokyo.
Selain Ueda, beberapa pembuat kebijakan BOJ juga mengisyaratkan kenaikan suku bunga bulan ini. Pertemuan kebijakan berikutnya dijadwalkan pada 15-16 Juni.
Pasar juga memperkirakan BOJ menaikkan suku bunga kebijakan dari 0,75 persen menjadi 1 persen bulan ini. Kenaikan itu akan membawa suku bunga kebijakan BOJ ke level tertinggi sejak 1995.
BOJ mengakhiri program stimulus besar-besaran selama satu dekade pada 2024 dan telah menaikkan suku bunga kebijakannya beberapa kali, termasuk pada Desember 2025.
Melonjaknya biaya energi akibat konflik di Timur Tengah mempersulit keputusan suku bunga BOJ. Di satu sisi, krisis itu mendorong kenaikan harga-harga. Di sisi lain, ini juga merugikan perekonomian Jepang yang sangat bergantung pada impor bahan bakar. (Wahyu Dwi Anggoro)










