Alkindo Naratama (ALDO) Umumkan Rencana Buyback Saham hingga Rp10 Miliar

Alkindo Naratama (ALDO) Umumkan Rencana Buyback Saham hingga Rp10 Miliar

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 3 Juni 2026 - 09:24
share

IDXChannel - PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) menyampaikan rencana program pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp10 miliar. Hal ini dilakukan untuk menjaga kewajaran harga saham perseroan.

Dilansir dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (3/6/2026), periode buyback saham akan dilaksanakan selama paling lama 12 bulan, yaitu mulai 24 Juni 2026 hingga 23 Juni 2027. Namun, sebelumnya perseroan akan meminta persetujuan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan digelar pada 24 Juni 2026.

Manajemen ALDO juga menegaskan, program buyback baru ini tidak akan tumpang tindih periode pelaksanaan dengan program pembelian kembali saham sebelumnya yang akan berakhir pada 11 Juni 2026.

Dana yang digunakan untuk mendanai aksi korporasi ini bersumber dari kas internal perusahaan tanpa memanfaatkan pinjaman maupun dana hasil penawaran umum. Sebab, menurut manajemen ALDO, kondisi keuangan saat ini memadai untuk mendukung pelaksanaan buyback sekaligus menjaga kelangsungan operasional bisnis.

Manajemen ALDO juga menyebutkan, pelaksanaan buyback diperkirakan tidak akan memberikan dampak material terhadap laba per saham maupun pendapatan perusahaan. Sementara itu, biaya transaksi yang timbul dari pelaksanaan program dibatasi maksimal sebesar 0,33 persen untuk setiap transaksi pembelian.

Lebih lanjut, manajemen ALDO meyakini program pembelian kembali saham tidak akan menghambat kegiatan usaha maupun rencana pengembangan bisnis. Hal tersebut didukung posisi modal kerja dan arus kas perusahaan yang dinilai cukup kuat untuk menopang operasional serta ekspansi usaha di masa mendatang.

Selain itu, katanya, buyback saham diharapkan dapat meningkatkan stabilitas harga saham. Stabilitas ini memberikan nilai positif bagi pemegang saham dan calon investor, karena mencerminkan kepercayaan terhadap perseroan.

"Selain itu, harga saham yang lebih stabil diharapkan dapat mencerminkan nilai wajar yang sesuai dengan kinerja perseroan," katanya.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik