IHSG Berpeluang Kembali Naik, Tatap Level 6.220-6.280

IHSG Berpeluang Kembali Naik, Tatap Level 6.220-6.280

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 3 Juni 2026 - 06:14
share

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali menguat pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Indeks berpeluang melanjutkan tren positif setelah menguat lebih dari 1 persen pada perdagangan kemarin.

Pada perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG ditutup menguat 1,11 persen ke level 6.195,43 poin, mengindikasikan technical rebound. Penguatan bursa domestik terjadi di tengah mayoritas bursa Asia yang menguat setelah pasar mengesampingkan isu negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang buntu sehingga mendorong harga minyak.

"Secara teknikal, IHSG bertahan di atas level MA5. Penyempitan histogram negatif MACD berlanjut dengan Stochastic RSI mengarah ke area pivot, sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.220-6.280," kata Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG bergerak di teritori positif dengan sektor energi (+1,61 persen) membukukan kenaikan terbesar, sedangkan saham sektor transportasi (-3,33 persen) mengalami pelemahan paling dalam. Rupiah ditutup menguat 0,2 persen di level Rp17.830 per dolar AS.

Dari indikator ekonomi, indeks PMI manufaktur naik ke level 50 pada Mei 2026 dari 49,1 di April 2026, serta lebih baik dari perkiraan yang di level 49,5. Namun surplus neraca perdagangan tercatat sebesar USD0,09 miliar, menyusut tajam dari USD3,32 miliar di Maret 2026. Sedangkan inflasi naik menjadi 3,08 persen YoY di Mei 2026 dari 2,42 persen YoY di April 2026.

Adapun bursa Asia ditutup beragam dengan kecenderungan menguat. Pasar mengabaikan sebagian besar kekhawatiran mengenai keberlanjutan gencatan senjata di Timur Tengah dan memilih antusias terhadap tren kecerdasan buatan (AI).

Dari sisi ekonomi, Inflasi Korea Selatan naik menjadi 3,1 persen YoY di bulan Mei, tertinggi sejak bulan Maret 2024. Angka ini naik dari bulan sebelumnya 2,6 persen YoY sekaligus melampaui ekspektasi pasar yang naik 3,0 persen. Kenaikan ini didorong oleh dampak yang semakin meluas dari kenaikan harga minyak di tengah konflik Timur Tengah, dengan harga bahan pangan mengalami kenaikan terbesar dalam tiga bulan terakhir.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik