Outflow MSCI Diperkirakan Rp45,9 Triliun, Simak Saham Paling Terdampak
IDXChannel - Setelah rebalancing MSCI resmi diimplementasikan pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026, perhatian investor kini beralih pada dampak lanjutan terhadap saham-saham Indonesia.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan, pada Selasa (2/6/2026), total arus keluar dana asing terkait penyesuaian indeks tersebut dapat mencapai sekitar USD2,57 miliar atau setara Rp45,87 triliun (asumsi kurs Rp17.850 per USD).
Namun, tekanan jual dinilai tidak merata karena sebagian saham berkapitalisasi besar diperkirakan telah lebih dulu menyerap aksi jual asing dalam beberapa bulan terakhir.
Meski demikian, BRI Danareksa menilai tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang tetap bertahan di indeks MSCI kemungkinan sudah banyak terserap pasar.
Dalam skenario agresif, potensi outflow pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diperkirakan mencapai USD176 juta, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar USD126 juta, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sekitar USD92 juta.
Namun, jika dibandingkan dengan realisasi arus dana asing sejak 28 Januari 2026, ketiga saham tersebut sudah mencatatkan outflow yang jauh lebih besar.
BBCA misalnya telah mengalami penjualan bersih asing sekitar USD1,23 miliar, sementara BBRI dan BMRI masing-masing mencapai USD509 juta dan USD441 juta.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar tekanan jual terkait rebalancing MSCI pada saham-saham perbankan besar kemungkinan telah terjadi sebelum implementasi perubahan indeks.
Tekanan jual MSCI tampaknya lebih banyak membebani saham yang dikeluarkan dari indeks, sementara saham perbankan besar sudah lebih dulu mengalami aksi jual asing jauh sebelum rebalancing berlangsung.
Dalam estimasi BRI Danareksa, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berpotensi mencatat outflow hingga USD505 juta, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar USD372 juta, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sekitar USD253 juta, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar USD238 juta, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sekitar USD193 juta.
Selain itu, sejumlah saham lain juga diperkirakan turut menghadapi tekanan penyesuaian portofolio, seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan estimasi outflow USD104 juta, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sebesar USD123 juta, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sekitar USD86 juta.
“Saham yang bertahan di [indeks MSCI] sudah menyerap tekanan terbesar, sementara saham yang didepak masih punya sisa jual sampai 29 Mei,” kata BRI Danareksa. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.









