Sektor Manufaktur China Stagnan pada Mei 2026 Imbas Kenaikan Biaya Energi

Sektor Manufaktur China Stagnan pada Mei 2026 Imbas Kenaikan Biaya Energi

Terkini | idxchannel | Senin, 1 Juni 2026 - 06:30
share

IDXChannel - Aktivitas pabrik di China stagnan pada Mei 2026, karena permintaan yang lebih lemah dan kenaikan biaya energi akibat perang di Timur Tengah.

Indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur - ukuran utama aktivitas industri - berada di angka 50,0 bulan lalu, menurut Biro Statistik Nasional (NBS).

Para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg juga memperkirakan angka 50,0. Angka tersebut turun dari 50,3 pada April dan 50,4 pada Maret.

Angka di atas 50,0 mengindikasikan pertumbuhan, sementara skor di bawahnya mengisyaratkan penyusutan.

Perang di Timur Tengah, yang secara efektif menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur minyak dan gas utama, mendorong kenaikan biaya energi global dan menekan para produsen.

Pabrik-pabrik di China menghadapi biaya yang lebih tinggi dengan kenaikan harga bahan baku, terutama di sektor energi dan kimia.

"Baik penawaran maupun permintaan di industri termasuk minyak bumi, karet, dan plastik menunjukkan kelemahan yang berkelanjutan," kata Ahli Statistik NBS, Huo Lihui, dilansir dari CNA pada Senin (1/6/2026).

China, negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, telah berjuang dengan perlambatan permintaan dan investasi domestik dalam beberapa tahun terakhir yang telah membebani sektor manufakturnya yang luas.

Meskipun data pabrik sedikit menurun, PMI non-manufaktur China - sebuah ukuran aktivitas di sektor jasa dan konstruksi - tumbuh menjadi 50,1 pada Mei, naik dari 49,4 pada April. (Wahyu Dwi  Anggoro)

Topik Menarik