Proses Clearance Keimigrasian 30.000 Jamaah Haji Telah Rampung di Bandara Soetta

Proses Clearance Keimigrasian 30.000 Jamaah Haji Telah Rampung di Bandara Soetta

Terkini | idxchannel | Minggu, 17 Mei 2026 - 17:54
share

IDXChannel—Sebanyak 30.000 jamaah haji Indonesia telah melalui proses pemeriksaan dan verifikasi. Tahun ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno–Hatta mencatat ada lebih dari 35.000 jamaah dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dari Bandara Soetta. 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno–Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, mengatakan fasilitas Makkah Route membantu proses keberangkatan jamaah haji dengan clearance keimigrasian di negara asal (Indonesia). 

“Sehingga clearance keimigrasian Arab Saudi yang seharusnya dilakukan di Tanah Suci, sekarang dilakukan di Soekarno-Hatta, kami dijadwalkan menyelesaikan 35.285. Saat ini, sekitar 30.000 telah selesai clearance-nya,” ujarnya pada awak media, Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, proses clearance atau pemeriksaan dan verifikasi di Bandara Soetta dilakukan untuk memastikan negara, khususnya Imigrasi, hadir membantu memudahkan jamaah dalam pelaksanaan haji. 

Lalu, memberikan efisiensi proses sehingga jamaah haji tidak lagi disibukkan dengan clearance saat tiba di Arab Saudi.

“Saat ini ada 10 counter Makkah Route dan ada di empat bandara, yakni di Bandara Adi Soemarmo Solo, Surabaya Juanda, dan Hasanuddin Makassar, serta tambahan baru ada di Makassar,” tuturnya.

Pada booth layanan Makkah Route, petugas Imigrasi Indonesia bekerja sama dengan petugas Imigrasi Arab Saudi untuk memproses clearance jamaah haji Indonesia di Bandara Soekarno–Hatta. 

Di Bandara Soetta sendiri, ada 120 petugas imigrasi yang bekerja secara shift, bertugas membuka segel saat jamaah tiba di bandara dari bus, membantu asistensi, hingga melakukan pendampingan menjelang proses Makkah Route.

“Karena begitu sudah di-clearance di belakang itu, itu sudah masuk by law, de jure, sudah masuk wilayah Arab Saudi,” sambungnya.

Galih menambahkan, layanan Makkah Route itu diterapkan untuk mengantisipasi antrean yang berpotensi membuat penumpukan di satu titik begitu jamaah tiba di Arab Saudi. Hal ini dapat membuat jamaah semakin lelah dan tak bisa fokus melaksanakan ibadah haji.

"Jumlah jamaah haji Indonesia, kan, banyak sekali. Bisa bayangkan jamaah haji dari banyak negara ketika belum di-clearance di negara asal, terlebih jika jumlahnya besar, itu semuanya akan berkumpul di satu titik ataupun dua titik, jadi akan sangat penuh. Maka dari itu, clearance di negara asal akan sangat membantu," katanya.


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik