Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.333 per USD

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.333 per USD

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 7 Mei 2026 - 16:20
share

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (7/5/2026). Mata uang Garuda naik 54 poin atau sekitar 0,31 persen ke level Rp17.333 per USD.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai sentimen datang dari global yaitu optimisme atas kemungkinan berakhirnya perang di Timur Tengah. Namun, pasar masih waspada setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa "terlalu dini" untuk pembicaraan tatap muka dengan Teheran dan seorang anggota parlemen senior Iran mengatakan bahwa proposal AS lebih merupakan daftar keinginan daripada kenyataan.

“Iran mengatakan pada Rabu bahwa mereka sedang meninjau proposal perdamaian AS yang menurut sumber akan secara resmi mengakhiri perang, sambil membiarkan tuntutan utama AS agar Iran menangguhkan program nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz,” tulis Ibrahim dalam risetnya. 

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang dikutip oleh kantor berita ISNA Iran mengatakan Teheran akan menyampaikan tanggapannya. Trump mengatakan dia percaya Iran menginginkan kesepakatan. 

Sumber mediasi Pakistan dan orang lain yang diberi informasi tentang pembicaraan tersebut mengatakan bahwa kesepakatan hampir tercapai mengenai memorandum satu halaman yang secara resmi akan mengakhiri konflik.

Media AS, Axios, melaporkan bahwa AS mengharapkan tanggapan Iran mengenai beberapa poin penting dalam 48 jam ke depan, mengutip sumber yang mengatakan bahwa ini adalah kesepakatan terdekat yang pernah dicapai kedua pihak sejak perang dimulai.

Fokus pasar hari ini akan tertuju pada Klaim Pengangguran Awal dan pidato-pidato dari para pejabat Federal Reserve. Para pedagang juga bersiap untuk data laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan April yang akan dirilis besok hari Jumat, karena hal itu dapat menentukan langkah Fed selanjutnya terkait kebijakan suku bunga.


Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan Presiden Prabowo Subianto merestui tujuh langkah penting yang akan ditempuh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah. 

Pertama, BI akan terus melakukan intervensi baik melalui transaksi tunai, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun intervensi di pasar luar negeri (Offshore NDF) seperti di Singapura, London, hingga New York.

Kedua, BI mengandalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik aliran modal masuk (inflow) guna menutupi keluarnya modal asing di pasar SBN dan saham.

Selanjutnya, dengan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, BI telah membeli SBN dari pasar sekunder sebesar Rp123,1 triliun sepanjang tahun berjalan (year-to-date).

Keempat, BI memastikan likuiditas di pasar uang tetap mencukupi, yang tercermin dari pertumbuhan uang primer sebesar 14,1 persen.

Kemudian, BI telah menurunkan batas pembelian dolar tanpa dokumen pendukung (underlying) dari USD100 ribu menjadi USD50 ribu per orang dalam satu bulan, dan berencana menurunkannya kembali menjadi USD25 ribu. Selain itu, BI mendorong penggunaan mata uang lokal (LCT) melalui pasar Yuan-Rupiah untuk diversifikasi dari dolar.

Keenam, BI membolehkan bank domestik ikut terlibat dalam penjualan Offshore NDF di luar negeri agar pasokan dolar lebih melimpah.

Terakhir, BI meningkatkan pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar yang tinggi melalui pengiriman tim pengawas ke lapangan.

Perry secara khusus menyoroti pembatasan pembelian dolar sebagai langkah kunci untuk meredam spekulasi di dalam negeri. Dia menegaskan koordinasi erat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus dilakukan untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga meski nilai tukar berfluktuasi.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik