Defisit Rp7,1 Triliun, Bukalapak (BUKA) Pangkas Separuh Karyawan
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti langkah PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dalam memulihkan defisit saldo laba yang menyentuh Rp7,1 triliun per 31 Desember 2025.
Manajemen BUKA menjelaskan, perseroan tengah menjalankan serangkaian strategi transformasi guna memperbaiki kinerja keuangan dan mencapai profitabilitas berkelanjutan.
Salah satunya dilakukan melalui optimalisasi operasional dan aktivitas pemasaran pada empat segmen utama, yakni Mitra Bukalapak, Gaming, Investment, dan Retail.
Dari sisi operasional, BUKA melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya dan alokasi sumber daya guna meningkatkan efektivitas.
Sementara itu, strategi pemasaran difokuskan pada pendekatan yang lebih selektif dan terukur dengan menitikberatkan pada efektivitas setiap program terhadap pencapaian target bisnis.
Sejalan dengan transformasi tersebut, perseroan juga melakukan perampingan jumlah karyawan. Hingga akhir 2025, jumlah karyawan BUKA tercatat sebanyak 424 orang, turun signifikan dibandingkan 1.018 karyawan pada akhir 2024.
Manajemen mengungkapkan, pengurangan tenaga kerja merupakan bagian dari langkah strategis dalam rangka transformasi usaha, termasuk penghentian dan penutupan bertahap sejumlah lini bisnis dan/atau entitas anak sejak kuartal IV-2024.
"Pengurangan jumlah karyawan merupakan bagian dari langkah strategis Perseroan dalam rangka pelaksanaan rencana transformasi usaha," tutur manajemen menjawab pertanyaan Bursa, Selasa (5/5/2026).
Dalam menjalankan strategi menuju profitabilitas, perseroan menitikberatkan pada penguatan segmen usaha utama serta disiplin dalam pengelolaan biaya.
Sepanjang 2025, BUKA membukukan laba bersih sebesar Rp3,14 triliun dengan pendapatan tumbuh 46 persen secara tahunan menjadi Rp6,5 triliun.
Selain itu, posisi EBITDA yang disesuaikan (adjusted EBITDA) juga mengalami perbaikan signifikan menjadi positif Rp62 miliar, berbalik dari posisi negatif Rp340 miliar pada akhir 2024.
(DESI ANGRIANI)









