Menlu Iran Tegaskan Tidak Ada Solusi Militer di Hormuz, Pembicaraan dengan AS Terus Berlanjut

Menlu Iran Tegaskan Tidak Ada Solusi Militer di Hormuz, Pembicaraan dengan AS Terus Berlanjut

Terkini | idxchannel | Selasa, 5 Mei 2026 - 07:50
share

IDXChannel - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Seyed Araghchi, memperingatkan bahwa tidak akan ada solusi militer untuk krisis di Selat Hormuz. Meski begitu, dia menekankan bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) di Pakistan mengalami kemajuan.

“Peristiwa di Hormuz memperjelas bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis politik,” kata Araghchi dalam unggahan media sosial seperti dikutip dari Investing, Selasa (5/5/2026).

Komentarnya muncul setelah ketegangan meningkat di Selat Hormuz, ketika AS melancarkan upaya militer untuk mengawal kapal-kapal komersial melalui jalur pelayaran tersebut, yang memicu perlawanan dari Iran.

Iran terlihat meluncurkan beberapa rudal jelajah, drone, dan kapal kecil sebagai tanggapan terhadap upaya AS, yang dilaporkan mengenai beberapa kapal dan pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab.

Permusuhan yang kembali terjadi di Hormuz mengancam akan merusak gencatan senjata yang sudah rapuh antara Washington dan Teheran, karena mereka berselisih mengenai penguasaan Hormuz.

Iran telah menutup jalur pelayaran secara efektif sejak dimulainya perang pada akhir Februari, memutus sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Perundingan antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik mereka sejauh ini hanya menghasilkan sedikit hasil.

Namun, Araghchi dari Iran mengatakan bahwa perundingan antara kedua pihak, yang dimediasi oleh Pakistan, “mengalami kemajuan," menunjukkan bahwa dialog antara Teheran dan Washington terus berlanjut.

Meskipun tidak jelas apakah dialog tersebut dilakukan secara langsung atau melalui perantara, hal itu meningkatkan harapan akan deeskalasi konflik pada akhirnya. Harga minyak turun sekitar 1,4 persen pada Selasa dini hari setelah naik sekitar 6 persen pada sesi sebelumnya.

Namun, jalan menuju deeskalasi tampak tidak jelas, dengan AS dan Iran juga tetap berselisih mengenai aktivitas nuklir Teheran. Iran telah mengajukan rencana perdamaian 14 poin untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, meskipun Washington sebagian besar menolak rencana tersebut.

Pada Senin, Presiden AS Donald Trump mengulangi ancamannya terhadap Iran, memperingatkan bahwa negara itu akan "lenyap dari muka bumi" jika menyerang kapal-kapal AS di Selat Hormuz.

(Febrina Ratna Iskana)

Topik Menarik