Peredaran Narkotika di Riau Libatkan Jaringan Lintas Negara, Satgas Anti Narkoba Dibentuk 

Peredaran Narkotika di Riau Libatkan Jaringan Lintas Negara, Satgas Anti Narkoba Dibentuk 

Terkini | idxchannel | Sabtu, 25 April 2026 - 22:14
share

IDXChannel - Pemerintah Provinsi Riau bersama unsur TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan membentuk Satgas Anti Narkoba. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis menghadapi ancaman peredaran narkotika.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto mengatakan, kejahatan narkotika di wilayah Riau tidak lagi bersifat lokal. Namun kini telah melibatkan jaringan lintas negara yang terorganisir.

“Ini sudah luar biasa, kejahatan narkotika terjadi lintas negara. Kita berharap Satgas ini mampu menjalankan tugas dan menyelamatkan masyarakat Riau,” kata Hariyanto, Sabtu (25/4/2026).

Dia menambahkan, kondisi tentunya menuntut respons yang tidak biasa. Maka dari itu langkah konkret dan kolaboratif menjadi satu-satunya pendekatan yang bisa menjawab kompleksitas persoalan narkotika saat ini.

"Oleh sebab itu, diperlukan langkah konkret dan kolaboratif untuk menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda kita dari ancaman narkoba,” kata dia.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, pembentukan Satgas Anti Narkoba merupakan langkah untuk memperkuat sinergi dan respons terhadap ancaman narkotika.

Menurutnya, kejadian di Panipahan beberapa waktu lalu menjadi alarm penting bahwa persoalan narkoba tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga berpotensi memicu gangguan kamtibmas.

“Ini adalah jawaban konkret atas keresahan masyarakat. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkoba. Seluruh kekuatan yang ada hari ini kita konsolidasikan untuk bergerak cepat, terukur, dan terkoordinasi,” kata Herry.

Polda Riau menegaskan tidak akan memberi ruang kompromi bagi bandar, pengedar, maupun pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran gelap. Pendekatan pemberantas narkotika juga tidak hanya dilaksanakan pada penindakan, tetapi juga pencegahan dan penguatan peran masyarakat. 

“Ke depan, kita tidak hanya bicara penindakan, tetapi juga membangun ketahanan dari bawah. Kampung bersinar dan kampung tangguh anti narkoba menjadi bagian dari strategi besar untuk memastikan masyarakat ikut terlibat aktif dalam pencegahan,” katanya.

Kapolda menegaskan bahwa perang terhadap narkoba adalah bagian dari menjaga masa depan daerah. Sebab narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga mengancam stabilitas sosial dan masa depan generasi.

“Melawan narkoba adalah menjaga masa depan. Ini kerja bersama, negara hadir dan masyarakat harus bergerak bersama,” katanya. 

(Nur Ichsan Yuniarto)

Topik Menarik