Sasar 33 Juta Lebih Penerima, Bulog Catat Penyaluran Bantuan Pangan Tercapai 20 Persen

Sasar 33 Juta Lebih Penerima, Bulog Catat Penyaluran Bantuan Pangan Tercapai 20 Persen

Terkini | idxchannel | Jum'at, 24 April 2026 - 01:50
share

IDXChannel — Perum Bulog memastikan ketersediaan beras dan MinyaKita dalam kondisi aman untuk mendukung penyaluran Bantuan Pangan untuk Februari–Maret 2026 yang disalurkan sekaligus.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat serta memastikan akses pangan tetap terjaga di tengah peningkatan kebutuhan.

Direktur Pemasaran Bulog, Febby Novita, mengatakan secara nasional, program Bantuan Pangan menyasar 33.244.408 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total kebutuhan mencapai 664.888 ton beras dan 132,9 juta liter MinyaKita. Hingga saat ini, realisasi penyaluran tercatat sekitar 20 persen dan akan terus dipercepat di seluruh wilayah Indonesia.

Febby menegaskan pengawasan dilakukan untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran, baik dari sisi jumlah maupun kualitas.

“Kami memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak dengan kualitas terjaga dan jumlah yang sesuai. Dengan dukungan stok yang kuat, penyaluran diharapkan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).

Dalam program ini, setiap PBP menerima 10 kilogram beras dan 2 liter MinyaKita per alokasi. Karena penyaluran dilakukan untuk dua alokasi sekaligus, total bantuan yang diterima masing-masing penerima mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Bulog menyatakan seluruh komoditas telah melalui pengawasan mutu dan didistribusikan melalui jaringan logistik. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga terus diperkuat guna menjaga kelancaran distribusi hingga tingkat penerima.

Dengan ketersediaan stok yang terjaga dan distribusi yang menjangkau hingga tingkat desa dan kelurahan, Bulog memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan pangan. 

“Program Bantuan Pangan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga,” kata dia.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik