Cara Membaca Label Nutri-Level untuk Mengetahui Kadar Gula, dari A hingga D

Cara Membaca Label Nutri-Level untuk Mengetahui Kadar Gula, dari A hingga D

Terkini | idxchannel | Kamis, 23 April 2026 - 14:34
share

IDXChannel—Bagaimana cara membaca label Nutri-Level? Sistem label baru pada makanan dan minuman yang dicanangkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin masih menjadi perbincangan publik.  

Tidak semua masyarakat familiar dengan sistem label seperti Nutri-Level. Melalui konten di laman media sosialnya, Menkes Budi membagikan cara membaca dan memahami label Nutri-Level pada makanan dan minuman. 

Dia mengatakan sistem label ini dibuat untuk mempermudah masyarakat dalam mengecek asupan gula harian. Sebagai pengingat, pada sistem lama, kandungan gula dicantumkan dalam satuan gram, sehingga berpeluang masih membingungkan masyarakat. 

“Saya tidak menyangka, satu gelas matcha ini isinya tiga sampai empat sendok gula. Makanya penting banget pasang label ini di setiap minuman siap saji, biar kalian tersindir dan tersadar,” ujarnya.

Budi merinci, Nutri-Level dibagi menjadi beberapa kategori yang menunjukkan kadar gula dalam minuman:

  • Level A: Tidak mengandung pemanis tambahan, contohnya kopi hitam seperti americano
  • Level B: Mengandung gula alami atau tambahan sederhana, contohnya seperti teh manis
  • Level C dan D: Mengandung pemanis tambahan (termasuk buatan) dengan kadar gula lebih tinggi, contohnya, kopi susu hingga minuman boba. Level ini tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi setiap hari

“Level C dan D, manis atau enggak manis, ada pemanis buatannya, itu tidak saya rekomendasikan setiap hari,” jelasnya.

Ia juga menyarankan masyarakat untuk lebih bijak saat memilih minuman. Misalnya, dengan meminta kadar gula dikurangi.

Lebih lengkapnya, BPOM menyatakan Nutri-Level menunjukkan tingkat kandungan garam, gula, dan lemak (GGL). Semakin tinggi kandungan GGL, semakin mundur huruf label yang digunakan (A terdepan/tertinggi). 

Berikut ini adalah indikator sederhana untuk mengetahui kandungan GGL dan anjuran konsumsi dengan sistem label Nutri-Level dari BPOM: 

  • A (warna hijau tua): kandungan GGL lebih/paling rendah
  • B (warna hijau muda): kandungan GGL rendah
  • C (warna kuning): kandungan GGL cukup tinggi, perlu dikonsumsi dengan bijak 
  • D (warna merah): kandungan GGL tingi, perlu dibatasi sesuai kebutuhan atau kondisi kesehatan

Sebelumnya, Budi juga mencontohkan bahwa satu gelas minuman seperti matcha frappe bisa mengandung hingga 50 gram gula, setara dengan batas konsumsi harian orang dewasa. Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap label Nutri Level membantu masyarakat membuat keputusan yang lebih sehat.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat menekan risiko penyakit. Meski menuai kritik dari sebagian netizen, kebijakan ini dinilai dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap konsumsi gula berlebih.


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik