Kebutuhan LPG Naik 10 Juta Ton, RI Masih Negosiasi Impor dari Rusia

Kebutuhan LPG Naik 10 Juta Ton, RI Masih Negosiasi Impor dari Rusia

Terkini | idxchannel | Jum'at, 17 April 2026 - 15:24
share

IDXChannel – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan negosiasi pembelian liquefied petroleum gas (LPG) dari Rusia masih berlangsung alot di tengah meningkatnya kebutuhan pasokan dalam negeri.

Bahlil menyebut konsumsi LPG nasional pada 2025 mencapai sekitara 8,6 juta ton. Namun, kebutuhan tersebut diproyeksikan meningkat sekitar 1,5 juta ton seiring ekspansi sektor industri, sehingga total kebutuhan LPG nasional pada 2026-2027 diperkirakan menembus 10 juta ton.

Di sisi lain, kapasitas produksi domestik masih terbatas. “Total produksi kita hanya sekitar 1,6 juta ton, jadi kita harus mencari pasar baru, termasuk Rusia. Lotte Chemical Indonesia saja membutuhkan sekitar 1,5 juta ton per tahun,” ujarnya di Kementerian ESDM, Jumat (17/4/2026).

Menurut Bahlil, berbeda dengan impor minyak mentah yang sudah mulai terealisasi, pembelian LPG dari Rusia masih dalam tahap finalisasi. Tingginya permintaan global menjadi tantangan tersendiri dalam proses negosiasi tersebut.

“Rusia untuk LPG masih dalam taraf finalisasi. Kita harapkan bisa segera selesai karena hampir seluruh dunia saat ini membutuhkan LPG,” katanya.

Meski demikian, Bahlil memastikan kondisi cadangan LPG nasional saat ini masih dalam kategori aman, dengan ketahanan stok di atas 10 hari dan mendekati standar normal nasional.

Untuk memperkuat pasokan, pemerintah juga telah berkoordinasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) agar memprioritaskan penjualan gas ke dalam negeri sebelum ekspor. Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah meningkatnya kebutuhan.

Bahlil mengapresiasi langkah KKKS yang mengalihkan sebagian kuota ekspor, yang sebelumnya mencapai 30 persen, untuk memenuhi kebutuhan domestik. Kebijakan tersebut turut menopang ketahanan energi nasional dalam jangka pendek.

“Mulai dua hari lalu, cadangan LPG kita sudah di atas 10 hari, mendekati normal. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran,” ujar Bahlil.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik