DADA Raup Pendapatan Rp43,13 Miliar Sepanjang 2025
IDXChannel - PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) resmi melaporkan kinerja konsolidasian untuk tahun buku 2025. Emiten properti yang beroperasi di Kota Depok, Jawa Barat itu meraup pendapatan sebesar Rp43,13 miliar pada 2025, tumbuh 16,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp37,02 miliar.
Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Jumat (17/4/2026), pendapatan DADA pada tahun lalu sepenuhnya berasal dari proyek Apple Residence 3. Dari proyek tersebut, kenaikan pendapatan perseroan naik tajam hingga 500 persen menjadi Rp41,68 miliar.
Sebelumnya pada 2024, DADA masih mengantongi pendapatan dari proyek Apple Residences 1 dan Apartemen Dave masing-masing sebesar Rp19,57 miliar dan Rp10,68 miliar.
Namun pada 2025 perseroan meraih pendapatan sewa dari keduanya masing-masing Rp60 juta dan Rp950 juta. Pendapatan sewa ini merupakan hasil kerja sama pengelolaan dengan PT Permata Citra Inovasi.
Sementara itu, laba kotor DADA relatif stabil di level Rp22,9 miliar di mana margin menurun menjadi 53 persen imbas kenaikan pada beban pokok pendapatan.
Adapun laba operasional turun 4 persen menjadi Rp9,3 miliar imbas lonjakan pada beban administrasi menjadi Rp11,3 miliar. Beban administrasi terutama meningkat akibat pengeluaran pada operasi lain sebesar Rp3,5 miliar.
Namun, laba bersih meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp3,5 miliar sebagai akibat terutama dari penurunan beban keuangan yang signifikan.
Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas DADA turun menjadi Rp2,99 miliar dengan persediaan meningkat menjadi Rp154 miliar. Selain itu, piutang juga naik dua kali lipat menjadi Rp16,96 miliar.
Liabilitas turun 2,4 persen menjadi Rp283,74 miliar. Utang bank turun 78 persen menjadi Rp16,09 miliar, namun muncul utang pinjaman sebesar Rp57,6 miliar.
Meski laba meningkat, arus kas dari aktivitas operasional justru negatif Rp7,06 miliar, berbalik dari 2024 yang positif Rp19,09 miliar. Padahal, penerimaan kas dari pelanggan melesat 68 persen menjadi Rp69 miliar.
DADA mencatat lonjakan pada pembayaran kas untuk operasi lainnya hingga 790 persen menjadi Rp66,77 miliar. Selain itu, beban keuangan yang dibayar juga ikut lebih dari dua kali lipat menjadi Rp16,62 miliar.
(Rahmat Fiansyah)









