Percepat Investasi, Sistem OSS Akan Diperkuat Teknologi AI dan Blockchain 

Percepat Investasi, Sistem OSS Akan Diperkuat Teknologi AI dan Blockchain 

Terkini | idxchannel | Senin, 13 April 2026 - 15:30
share

IDXChannel - Pemerintah berencana melakukan perombakan besar-besaran pada sistem Online Single Submission (OSS).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengatakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan blockchain akan diintegrasikan untuk menciptakan proses perizinan yang lebih transparan dan efisien.

Menurut Rosan, transformasi digital ini diharapkan mampu memberikan kepastian lebih bagi para investor sekaligus meminimalkan hambatan birokrasi di tanah air.

"Sistem yang baru ini akan menggunakan AI, blockchain dan yang lain-lainnya, dan di tahun ini akan bisa mulai berjalan," kata Rosan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026).

Rosan menambahkan, dalam beberapa bulan terakhir, sistem OSS memang sempat menghadapi kendala teknis. Hal ini terjadi setelah adanya integrasi besar-besaran dengan 18 kementerian berbeda, sebagai tindak lanjut dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.

"Nah mengenai sistem OSS kita memang kami harus akui kemarin beberapa bulan sebelumnya itu sempat mengalami berat ya kendala karena ini salah satunya karena kita justru ingin meningkatkan sistem OSS kita dengan adanya PP nomor 28," kata Rosan.

Integrasi otomatis tersebut membuat arsitektur sistem menjadi jauh lebih kompleks karena harus menghubungkan berbagai pangkalan data lintas kementerian secara real-time.

Guna mengatasi persoalan ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah memberikan lampu hijau terkait tambahan anggaran untuk penguatan infrastruktur teknologi.

Selain aspek kecepatan, penggunaan teknologi terkini pada sistem OSS yang diperbarui bertujuan untuk menghapus celah praktik negatif yang masih berisiko muncul pada proses-proses manual.

Dengan sistem yang terdesentralisasi melalui blockchain dan pemrosesan pintar melalui AI, setiap tahapan perizinan diharapkan menjadi lebih akuntabel.

"Dengan dukungan pendanaan baru ini, pengembangan teknologi sistem perizinan berusaha tersebut telah resmi dimulai dan ditargetkan dapat beroperasi penuh sebelum pergantian tahun," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Topik Menarik