KAI Group Layani 128,05 Juta Pelanggan di Kuartal I-2026, Melaju 9,97 Persen
IDXChannel - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group melayani 128.055.072 pelanggan sepanjang Januari-Maret 2026. Jumlah ini meningkat 9,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 116.451.006 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, angka ini menggambarkan minat masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan perkeretaapian.
“Kereta api semakin memikat masyarakat karena mampu menjawab kebutuhan perjalanan yang beragam. Dari aktivitas harian hingga perjalanan antarkota, semuanya terhubung dalam satu sistem layanan yang kini semakin terintegrasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (11/4/2026).
Layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI misalnya, melayani 14.515.350 pelanggan, meningkat 18,40 persen dibanding 12.261.632 pelanggan pada kuartal I-2025.
Menurut Anne, momentum seperti Lebaran menjadi salah satu pendorong utama, saat masyarakat bergerak dari kota ke kota untuk pulang ke kampung halaman. Suasana yang sama kembali akan terlihat pada libur panjang dan akhir tahun.
Di sisi lain, aktivitas harian masyarakat terus berjalan. KAI Commuter melayani 101.382.889 pelanggan, meningkat 8,11 persen dibanding 93.773.976 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Setiap hari, jutaan masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk berpindah dari rumah ke tempat kerja, sekolah dan kembali lagi,” kata dia.
LRT Jabodebek melayani 7.754.946 pelanggan, meningkat 22,10 persen dibanding 6.351.283 pelanggan pada kuartal I-2025.
Pertumbuhan ini mencerminkan kawasan penyangga Jakarta yang semakin aktif, dengan kebutuhan transportasi yang cepat, murah dan terintegrasi.
Layanan yang dikelola KAI Bandara juga melayani 1.755.275 pelanggan, meningkat 8,48 persen dibanding 1.618.119 pelanggan pada tahun sebelumnya.
“Di Medan, KA Srilelawangsa menghubungkan masyarakat dengan Bandara Kualanamu. Di Yogyakarta, KA Bandara YIA membawa penumpang menuju kawasan wisata dan pusat aktivitas,” ujar Anne.
LRT Sumsel juga melayani 1.084.242 pelanggan, meningkat 7,38 persen dibanding 1.009.737 pelanggan pada kuartal I-2025. Layanan ini menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan kawasan Jakabaring.
Whoosh melayani 1.408.815 pelanggan, meningkat 4,07 persen dibanding 1.353.760 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
KA Makassar–Parepare melayani 75.421 pelanggan, meningkat 66,45 persen dibanding 45.312 pelanggan pada kuartal I-2025.
Anne menegaskan, pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bahwa kehadiran layanan kereta api di wilayah timur Indonesia semakin diterima.
Layanan KAI Wisata melayani 78.134 pelanggan, meningkat pesat sebesar 110,10 persen dibanding 37.187 pelanggan pada tahun sebelumnya.
"Melalui kereta panoramic, kereta wisata, hingga kereta istimewa, setiap perjalanan menghadirkan suasana yang bisa dinikmati. Pemandangan dari jendela luas, atmosfer yang lebih tenang, serta layanan yang lebih personal memberi warna tersendiri di sepanjang perjalanan," katanya.
Anne menambahkan, pertumbuhan ini menunjukkan bagaimana kereta api semakin menyatu dengan aktivitas masyarakat, digunakan oleh berbagai kalangan, dari masyarakat dengan beragam latar belakang ekonomi, untuk memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari.
“Angka-angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh. Kereta api kini menjadi bagian dari keseharian, digunakan oleh berbagai kalangan dengan kebutuhan yang beragam, dan menghubungkan perjalanan dalam satu ekosistem yang semakin terintegrasi,” kata dia.
(Dhera Arizona)










