Saham OASA-BIPI Reli usai Kolaborasi Proyek PSEL (WtE), Intip Prospeknya
IDXChannel – Saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) reli dalam tiga hari terakhir.
Kenaikan keduanya terjadi seiring penguatan sentimen kolaborasi proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste-to-energy (WtE) yang dinilai memperkuat prospek bisnis energi hijau kedua emiten.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 11.08 WIB, saham OASA melonjak 9,58 persen ke Rp366 per unit. Nilai transaksi mencapai Rp55,72 miliar dan volume perdagangan 151,2 juta saham.
Setali tiga uang, BIPI terkerek 3,20 persen menjadi Rp258 per unit dengan nilai transaksi jumbo hingga Rp225 miliar.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh mengatakan saham OASA dan BIPI berada dalam segmen bisnis yang saat ini tengah menjadi perhatian dalam pengembangan energi baru.
“OASA dan BIPI seperti kita ketahui berada dalam segmentasi bisnis yang sedang diprakarsai oleh Danantara, yaitu waste-to energy,” ujar Michael, Jumat (10/4/2026).
Menurut dia, pergerakan kedua saham tersebut juga mulai menunjukkan perbaikan setelah sempat tertekan pada kuartal pertama tahun ini. Ia menilai minat pasar mulai kembali terlihat dari peningkatan volume transaksi.
Michael menambahkan, secara teknikal kedua saham masih memiliki ruang kenaikan dalam jangka pendek dengan level support yang perlu dijaga investor.
“BIPI berpotensi ke arah 300, dengan support di 224,” katanya.
Sementara itu, ia melihat ruang penguatan OASA masih terbuka dengan target harga yang lebih tinggi. “OASA memiliki target ke 400 dan 470, dengan support di 290,” tutur Michael.
Sebelumnya, OASA dan BIPI memperkuat kolaborasi di sektor energi hijau melalui transaksi saham pada entitas usaha yang terlibat dalam proyek PSEL.
Direktur/Corporate Secretary OASA Chandra Devikemalawaty mengatakan, dalam keterbukaan informasi Rabu (8/4/2026), langkah ini berkaitan dengan pengembangan bisnis PT Indoplas Energi Hijau yang sebelumnya dibentuk bersama China Tianying Inc. melalui perusahaan patungan PT Indoplas Tianying Energy.
Perusahaan patungan tersebut telah ditetapkan sebagai pemenang lelang Pengadaan Badan Usaha Pelaksana untuk pembangunan dan pengoperasian fasilitas PSEL Cipeucang di Kota Tangerang Selatan berdasarkan surat penunjukan pemenang lelang tertanggal 17 April 2025.
Pada 6 April 2026, OASA melalui entitas anaknya PT Indoplas Makmur Lestari menjual sebagian saham di PT Indoplas Energi Hijau kepada BIPI sebanyak 20 lembar saham dengan nilai nominal Rp20 juta. Penjualan dan pengalihan saham tersebut dilakukan melalui Akta Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 06 tanggal 6 April 2026.
Sementara itu, Corporate Secretary BIPI Kurniawati Budiman menjelaskan perseroan juga menandatangani Akta Jual Beli Saham dengan PT Maharaksa Kapital Indonesia, kelompok usaha OASA, untuk membeli saham PT Maharaksa Energi Hijau sebanyak 1.000 lembar atau setara 20 persen dari total saham yang diterbitkan.
Nilai transaksi pembelian saham tersebut mencapai Rp500 juta dan menjadi bagian dari strategi BIPI dalam memperkuat portofolio investasi di sektor energi hijau dan bisnis energi berkelanjutan.
Manajemen BIPI menilai transaksi ini memiliki nilai strategis serta sejalan dengan arah pengembangan usaha perseroan untuk meningkatkan nilai tambah jangka panjang.
Perseroan juga menegaskan tidak terdapat hubungan afiliasi dengan PT Maharaksa Kapital Indonesia maupun PT Maharaksa Energi Hijau, serta nilai transaksi tidak termasuk kategori transaksi material karena berada di bawah 20 persen ekuitas perseroan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.









