Laba PTBA Susut Jadi Rp2,93 Triliun Imbas Fluktuasi Harga Batu Bara
IDXChannel - Kinerja keuangan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) ikut terpengaruh fluktuasi harga batu bara yang belakangan cenderung menurun.
Laba bersih anak usaha MIND ID itu menyusut menjadi Rp2,93 triliun pada 2025 dibandingkan dengan laba bersih sepanjang 2024 yang mencapai Rp5,10 triliun.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, mengatakan harga batu bara global turun hingga 25 persen merujuk Indeks Newcastle. Kondisi tersebut telah menjadi atensi manajemen.
"Tahun 2025 ini memang merupakan periode tantangan bagi industri batu bara secara global. Ini (penurunan harga) tentunya mengakibatkan harga jual rata-rata kita menjadi turun kalau dibandingkan dengan 2024," kata Arsal dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Meski begitu, Arsal menilai fundamental bisnis korporasi dalam kondisi baik dan kinerja perseroan dapat resiliensi di tengah fluktuasi harga batu bara secara global.
Terbukti pertumbuhan produksi meningkat sekitar 9 persen menjadi 47,2 juta ton, dan penjualan juga tumbuh 6 persen sampai 45,4 juta ton.
Seturut itu, produktivitas angkutan batu bara juga meningkat 6 persen, yang dari semula 38,2 juta ton pada 2024 menjadi 40,4 juta ton setahun berselang.
Arsal juga membeberkan soal neraca keuangan perseroan tetap terjaga seiring capaian total aset yang meningkat senilai Rp43,92 triliun. Belanja modal sepanjang 2025 sebesar Rp4,55 triliun turut memperbesar potensi margin di kemudian hari. Salah satunya pembangunan infrastruktur, khususnya angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Tarahan.
"Meskipun profitabilitas mengalami tekanan akibat harga jual global yang turun sangat signifikan, perseroan tetap menunjukkan pemulihan yang cukup menjanjikan secara kuartalan. Hal ini tentunya didukung oleh posisi keuangan yang kokoh dan ini bisa dilihat dari arus kas operasi yang tumbuh signifikan sebesar 24 persen," kata Arsal.
Kerja-kerja korporasi juga dikatakan Arsal tetap fokus kepada kebutuhan domestik sebesar 54 persen dan ekspor 46 persen.
Terkait ekspor, Bukit Asam melakukan diversifikasi pasar selain ke India dan China. Teranyar, korporasi mengekspor komoditas ke negara Eropa dan Asia Tenggara.
DJP: Revisi PPh Final UMKM Segera Berlaku, PT dan CV Tak Lagi Bisa Gunakan Tarif Pajak 0,5 Persen
Selain itu, kinerja ekspor dan pemenuhan permintaan dalam negeri turut memberikan kontribusi terhadap margin dengan laba bersih Rp2,93 triliun, EBITDA sebesar Rp6,8 triliun, dan margin EBITDA sekitar kurang lebih 14 persen.
PTBA berkomitmen memperbaiki kinerja keuangan di tahun berikutnya, seiring RKAB perseroan yang disetujui pemerintah.
"Perseroan menargetkan volume produksi dan penjualan sekitar hampir 50 jutaan ton, dengan fokus strategi pada peningkatan efisiensi serta optimalisasi portofolio bisnis yang lebih berkelanjutan," kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)










