Saham Bakrie Melonjak saat BREN-DSSA Seret IHSG ke Zona Merah

Saham Bakrie Melonjak saat BREN-DSSA Seret IHSG ke Zona Merah

Ekonomi | idxchannel | Senin, 6 April 2026 - 12:40
share

IDXChannel – Saham-saham Grup Bakrie melonjak pada penutupan sesi I Senin (6/4/2026), di tengah anjloknya saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang masuk kategori saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC).

Tekanan pada dua saham berkapitalisasi jumbo tersebut membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,79 persen ke level 6.971,01.

Pelemahan indeks terutama dipicu koreksi saham BREN yang anjlok 11,04 persen ke Rp4.270 per unit, DSSA ambles 8,35 persen, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang merosot 4,32 persen.

Tekanan juga datang dari bank besar seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun 1,62 persen, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tergerus 1,52 persen, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 0,65 persen.

Di tengah tekanan tersebut, saham-saham Grup Bakrie, yang sebagian juga dikendalikan Grup Salim, justru mencuri perhatian dengan kenaikan signifikan.

Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melonjak 6,33 persen, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 6,14 persen, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 5,56 persen, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) naik 4,52 persen, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) naik 3,81 persen, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 2,72 persen.

Namun, secara keseluruhan, saham konglomerat bergerak variatif.

Saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu bergerak beragam, dengan BREN, TPIA, dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) tertekan, sementara PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) masih menguat tipis.

Grup Hapsoro juga mencatat penguatan dengan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) melonjak 10,20 persen, diikuti PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik 1,92 persen dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menguat 2,13 persen. Dari Grup Sinarmas, DSSA (DSSA) menjadi salah satu pemberat utama indeks.

Pada Grup Salim, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 2,98 persen, sementara PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), yang dikendalikan bersama Agung Sedayu, melemah 0,65 persen.

Saham milik Haji Isam seperti PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) naik 3,46 persen dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) naik 0,49 persen, sedangkan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) turun 1,83 persen.

Sementara itu, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) milik Hashim Djojohadikusumo naik 0,94 persen. Dari Grup Boy Thohir, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik tipis 0,23 persen dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menguat 0,40 persen.

Asal tahu saja, BREN tercatat sebagai saham dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua, DSSA peringkat keempat, dan TPIA berada di posisi kesembilan, sehingga koreksi ketiganya memberi dampak signifikan terhadap pergerakan indeks.

Penurunan DSSA dan BREN terjadi setelah pasar merespons negatif masuknya kedua saham tersebut dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya merilis pengumuman sembilan saham HSC per 2 April 2026 berdasarkan struktur kepemilikan saham per 31 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan investabilitas pasar.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari proposal BEI kepada penyedia indeks global seperti MSCI untuk meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia.

BEI menegaskan bahwa pengumuman saham HSC tidak menunjukkan adanya pelanggaran, melainkan murni langkah transparansi agar investor memiliki informasi yang lebih lengkap mengenai struktur kepemilikan emiten. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik