Laba Sunindo (SUNI) Turun 7 Persen di 2025 Imbas Volume Penjualan OCTG Casing Menyusut

Laba Sunindo (SUNI) Turun 7 Persen di 2025 Imbas Volume Penjualan OCTG Casing Menyusut

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 2 April 2026 - 04:14
share

IDXChannel - PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) membukukan laba bersih sebesar Rp192 miliar pada 2025 atau turun sebesar 7 persen (YoY). Penurunan laba tersebut terutama disebabkan penurunan pendapatan usaha dibandingkan dengan tahun lalu. 

Namun, laba bersih pada 2025 mencapai 112 persen dari revisi target laba bersih perseroan. Kinerja perseroan pada 2025 ini cukup baik dan dapat menjaga level perolehan laba yang substansial selama dua tahun terakhir.

Seiring dengan capaian tersebut, perseroan tercatat membukukan pendapatan usaha sebesar Rp982 miliar pada 2025 atau mengalami penurunan sebesar 6 persen YoY dibandingkan periode yang sama di 2024.

Penurunan pendapatan usaha tersebut terutama disebabkan penurunan volume penjualan OCTG casing, sedangkan volume penjualan OCTG tubing meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama SUNI Willy Johan Chandra menyatakan, perseroan masih dalam jalur pertumbuhan yang diharapkan dan masih dalam pencapaian level laba yang cukup solid. Jika melihat rata-rata penjualan maupun laba dalam beberapa tahun ini masih cukup baik dan masih dalam koridor rencana strategis perseroan. 

Menurutnya, perolehan laba yang signifikan selama dua tahun terakhir ini sangat mendukung untuk pembiayaan pembangunan pabrik ke-2 RTM dan kemampuan perseroan untuk membagikan dividen.

“Saat ini perseroan masih memprioritaskan peningkatan kapasitas produksi internal melalui anak perusahaannya, PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM). Fasilitas pabrik ke-2 RTM ditargetkan mulai beroperasi pada semester ke-2 di 2026," ujarnya dalam pernyataan resmi, Rabu (1/4/2026).

Hingga saat ini, kata dia, pembangunan fisiknya secara umum telah selesai. Progres konstruksi 2025 berjalan sesuai dengan rencana, termasuk pemasangan mesin-mesin dan peralatan di pabrik baru tersebut.

Perseroan juga telah melakukan prosedur-prosedur untuk memperoleh sertifikasi API bagi fasilitas tersebut.

"Dengan adanya peningkatan kapasitas produksi ini, diharapkan kinerja operasional dan finansial perseroan ke depan akan semakin optimal serta mampu memastikan ketersediaan OCTG tubing di tingkat nasional,” ujar Willy.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional SUNI Bambang Prihandono menyampaikan, perseroan terus menyiapkan sumber daya operasional yang dibutuhkan seiring dengan pembangunan dan rencana operasional pabrik ke-2 RTM. Perseroan saat ini tengah melakukan beberapa uji coba produksi pada fasilitas baru tersebut dengan hasil yang cukup baik.

Selain itu, perseroan juga mulai mengembangkan produk-produk baru agar dapat mengoptimalkan peningkatan kapasitas produksi dari fasilitas tersebut.  

Saat ini, PT Petro Synergy Manufacturing (PSM) telah mulai menjalankan kegiatan operasional secara komersial. Keberadaan PSM diharapkan dapat mendukung perseroan dalam memproduksi wellhead dan x’mas tree yang memenuhi persyaratan TKDN serta standar internasional dengan harga yang kompetitif.

“Setelah memperoleh sertifikasi API dan TKDN, PSM telah beroperasi secara komersial dan diharapkan dapat terus meningkatkan kapabilitas dan pasarnya sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap kinerja SUNI,” ujar Bambang.

Sementara itu, Direktur Keuangan SUNI Freddy Soejandy menambahkan, kinerja positif sepanjang 2025 turut mendukung pencapaian revisi target laba bersih sebesar 112 persen pada tahun tersebut. 

“Sepanjang tahun 2025, perseroan telah merealisasikan belanja modal (capex) sebesar Rp190 miliar untuk menyelesaikan pembangunan pabrik ke-2 RTM. Perseroan akan dapat memenuhi kebutuhan dana untuk penyelesaian pabrik tersebut karena tahun depan sudah tidak akan terlalu signifikan lagi pengeluaran capexnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Freddy.

Sebagai informasi, total ekuitas SUNI meningkat sebesar 10 persen menjadi Rp863 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ekuitas tersebut berasal dari perolehan laba perseroan selama tahun berjalan setelah dikurangi dengan pembagian dividen sebear Rp50 miliar dan pembelian kembali saham sebesar Rp70 miliar.

Meskipun utang bank mengalami kenaikan seiring dengan progres pembangunan pabrik ke-2 RTM, perseroan tetap berhasil menjaga rasio-rasio keuangan sesuai ketentuan kredit dengan Debt to Equity Ratio (DER) pada level 0,30 kali atau jauh berada di bawah ketentuan kredit yaitu maksimal 2,5 kali.

Pada 2025, SUNI mendapatkan arus kas positif dari aktivitas operasional sebesar Rp93 miliar, atau menurun sebesar 65 persen YoY, terutama disebabkan oleh pembayaran kepada suplier. Perseroan tahun ini tetap mengeluarkan kas untuk investasi yang cukup signifikan sebesar Rp200 miliar, nilai tersebut cukup sebanding dengan pengeluran tahun sebelumnya.

Pengeluaran kas untuk investasi ini adalah terutama untuk kelanjutan kegiatan pembangunan pabrik ke-2 RTM di Batam untuk meningkatkan kapasitas produksi. Dari aktivitas pendanaan, arus kas bersih yang dikeluarkan sebesar Rp33 miliar yang terutama digunakan untuk pembelian kembali saham dan pembayaran dividen di samping terdapat penerimaan pinjaman untuk pembangunan pabrik ke-2 RTM.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik