MPM Group (MPMX) Raup Laba Bersih Rp462 Miliar pada 2025, Turun 19 Persen
IDXChannel - PT Mitra Pinasthika Mulia Tbk atau MPM Group (MPMX) menghadapi tantangan di tengah dinamika pasar pada tahun lalu. Perusahaan milik Saratoga Group itu mencatat penurunan laba bersih hingga 19 persen menjadi Rp462 miliar.
Pendapatan neto sepanjang tahun lalu turun sekitar 1 persen menjadi Rp16,1 triliun. Segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua yang menjadi tulang punggung utama pendapatan melemah 2 persen menjadi Rp15,2 triliun. Kondisi ini disebabkan oleh melambatnya permintaan sepeda motor.
Kendati demikian, bisnis asuransi melalui MPM Insurance mencatat pemulihan dengan pendapatan naik 2 persen menadi Rp927,8 miliar. Kenaikan ini didorong oleh kinerja produk rekayasa dan properti meskipun ada pelemahan pada kendaraaan bermotor. Di samping itu, hasil investasi juga naik 45 persen menjadi Rp54 miliar.
Untuk bisnis penyewaan kendaraan lewat MPM Rent, pendapatan naik tipis 1 persen menjadi Rp1,4 triliun. Jumlah armada stabil di kisaran 15 ribu unit dengan tingkat utilisasi 92 persen.
Namun, kinerja MPMX tertekan oleh entitas asosiasi, Jaccs MPM Finance Indonesia. Kerugian bersih mencapai Rp437 miliar, membengkak 53 persen dari 2024 yang sebesar Rp285 miliar. Kerugian dari entitas asosiasi setelah dikurangi laba PT Mitra Pinasthika Mustika Rent yang mencapai Rp156 miliar tersebut semakin menekan kinerja bottom line MPMX.
Group CEO MPMX, Suwito Mawarwati menilai, tahun 2025 merupakan tahun yang dinamis dan menantang secara operasional, ditandai dengan kinerja keuangan yang berada di bawah capaian tahun 2024. Manajemen menilai, dinamika pasar tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi, termasuk tekanan terhadap daya beli masyarakat, tingkat suku bunga yang relatif masih tinggi, serta moderasi pertumbuhan konsumsi domestik.
"Kondisi tersebut tercermin pada melambatnya pertumbuhan di beberapa sektor yang terkait dengan konsumsi, termasuk industri otomotif roda dua dan pembiayaan konsumen," katanya melalui keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).
Kendati demikian, menurut Suwito, tekanan di tahun 2025 menjadi momentum penting bagi MPMX untuk melakukan evaluasi strategis, memperkuat fondasi operasional dan meningkatkan adaptabilitas organisasi dalam menghadapi perubahan industri yang semakin cepat.
Sepanjang tahun 2025, MPMX mendorong berbagai inisiatif strategis untuk meningkatkan kualitas operasional, memperkuat kolaborasi antar unit bisnis, serta meningkatkan disiplin dalam pengelolaan biaya dan proses kerja. Perseroan juga terus memperkuat kapabilitas organisasi dan tata kelola, sekaligus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam berbagai aspek operasional sebagai bagian dari komitmen terhadap penciptaan nilai jangka panjang.
"Ke depan, kami melihat peluang pertumbuhan yang tetap terbuka seiring dengan potensi perbaikan konsumsi domestik dan meningkatnya aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, perseroan akan terus berfokus pada penguatan bisnis inti, peningkatan produktivitas operasional, serta optimalisasi portofolio usaha untuk memastikan Perseroan tetap kompetitif dan mampu menangkap peluang pertumbuhan secara berkelanjutan," tuturnya.
(Rahmat Fiansyah)










