Saham DSNG-SIMP Cs Naik seiring Harga CPO Menguat dan Prabowo Dorong B50

Saham DSNG-SIMP Cs Naik seiring Harga CPO Menguat dan Prabowo Dorong B50

Ekonomi | idxchannel | Senin, 30 Maret 2026 - 15:40
share

IDXChannel – Saham-saham perkebunan kelapa sawit dan produsen crude palm oil (CPO) bergerak menguat pada perdagangan Senin (30/3/2026), seiring meningkatnya minat investor terhadap sektor komoditas di tengah dinamika pasar global dan prospek kebijakan biodiesel Indonesia.

Penguatan terlihat pada PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) yang naik 8,44 persen ke Rp1.735 per unit per 15.04 WIB, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) menguat 3,81 persen ke Rp1.770, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) naik 3,25 persen ke Rp635.

Kemudian, saham PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menguat 3,12 persen ke Rp660, serta PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) naik 2,70 persen ke Rp152.

Kenaikan juga terjadi pada PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) yang naik 2,18 persen, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menguat 1,82 persen, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik 1,01 persen, dan PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) bertambah 0,55 persen.

Sentimen positif sektor sawit turut ditopang prospek peningkatan konsumsi biodiesel dalam negeri.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan melanjutkan program biodiesel berbasis sawit B50 pada tahun ini saat kunjungan resmi ke Jepang.

“Kami akan bergerak besar-besaran di sektor biofuel,” ujar Prabowo dalam forum bisnis menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Senin (30/3/2026), seperti dikutip Reuters.

“Tahun ini kami akan memproduksi solar dari minyak sawit dan meningkatkan campurannya dari 40 persen menjadi 50 persen,” imbuh Prabowo.

Sebelumnya, pemerintah sempat membatalkan rencana peluncuran B50 pada Januari lalu karena kendala teknis dan pendanaan sehingga tetap menjalankan campuran B40.

Namun, rencana tersebut kembali dibahas seiring gangguan pasokan energi global akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Dari pasar global, harga minyak sawit Malaysia juga menguat untuk hari ketiga berturut-turut pada Senin, didorong kenaikan harga minyak kedelai Chicago dan minyak mentah serta kinerja ekspor yang solid.

Kontrak acuan CPO pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,78 persen menjadi 4.667 ringgit Malaysia per ton pada jeda perdagangan siang.

Trader proprietary Iceberg X Sdn Bhd David Ng mengatakan pergerakan CPO mengikuti penguatan pasar minyak kedelai Chicago dan minyak mentah selama perdagangan Asia.

“Kinerja ekspor yang kuat juga mendorong sentimen pasar. Kami melihat harga bertahan di atas 4.600 ringgit dengan level resistensi di 4.750 ringgit,” ujarnya kepada Reuters. (Aldo Fernando)

Topik Menarik